Pengemudi Uber Wanita di Arab Saudi Bisa Menentukan Penumpangnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi perempuan di Arab Saudi. Sumber:carscoops.com

    Pengemudi perempuan di Arab Saudi. Sumber:carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengemudi wanita Uber di Kerajaan Arab Saudi sekarang dapat memilih untuk menjemput penumpang wanita sebagai bagian dari fitur baru yang diluncurkan oleh perusahaan transportasi itu. CNN Business melaporkan bahwa Uber telah memperkenalkan fitur baru yang dijuluki "Women Preferred View" di Arab Saudi. Fitur ini telah diperkenalkan setelah penelitian lokal di wilayah di mana mayoritas calon pengemudi wanita Uber mengatakan mereka hanya tertarik untuk mengangkut penumpang wanita.

    Baca: Begini Cara Gojek Tingkatkan Skill Berkendara Pengemudi Wanita

    “Fitur yang baru diperkenalkan ini akan membuka pintu dan peluang baru bagi perempuan sebagai mitra pengemudi Uber, sambil memperhatikan norma-norma budaya lokal,” kata manajer umum Uber Timur Tengah dan Afrika Utara, Abdellatif Waked, mengatakan.

    Arab Saudi telah mencabut larangan mengemudi pada wanita pada Juni lalu, dan Uber telah menampilkan dirinya sebagai perusahaan inovatif untuk wanita di kerajaan itu.

    “Fitur pilihan perempuan dirancang khusus untuk Arab Saudi berdasarkan penelitian luas yang dilakukan untuk memahami kebutuhan perempuan di suatu negara yang mengalami transformasi budaya yang signifikan,” ujar juru bicara Uber untuk Timur Tengah, Shaden Abdellatif.

    Uber tidak memiliki rencana untuk memperkenalkan fitur serupa ke pasar lain di seluruh dunia, tetapi negara-negara lain sedang mencari cara untuk membuat layanan yang lebih aman setelah serentetan insiden baru-baru ini.

    Baca: Alasan Pengemudi Gojek Wanita Lebih Banyak Ditolak Penumpang

    Misalnya, South Carolina House baru-baru ini mengeluarkan undang-undang yang akan mengharuskan kendaraan pengakut selain taksi untuk menampilkan tanda lampu yang menyala. Langkah ini terjadi setelah seorang mahasiswi yang terbunuh setelah masuk ke kendaraan yang salah mengira itu adalah Uber-nya.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.