Mitsubishi Xpander Buatan Indonesia Laris Manis di Brunei

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil Mitsubishi Xpander yang akan diekspor memasuki kapal pengangkut di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 25 April 2018. Filipina dilipih sebagai negara tujuan pertama ekspor karena pasar Mitsubishi Xpander di negara ini dinilai cukup besar. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah mobil Mitsubishi Xpander yang akan diekspor memasuki kapal pengangkut di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 25 April 2018. Filipina dilipih sebagai negara tujuan pertama ekspor karena pasar Mitsubishi Xpander di negara ini dinilai cukup besar. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaMitsubishi Xpander resmi masuk ke Brunei Darussalam.  Low multipurpose vehicle produksi Mitsubishi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor kendaraan Indonesia.

    Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Sujatmiko, mengungkapkan bahwa pengiriman perdana LMPV Mitsubishi Xpander ke Brunei Darussalam tersebut bernilai total sekitar BND 1,6 juta.

    Baca juga: Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Jakarta-Lampung, Irit atau Boros?

    “Saya harap pengiriman perdana Mitsubishi Xpander dengan nilai total sekitar BND 1,6 juta ini dapat mendongkrak nilai ekspor kendaraan Indonesia ke Brunei," kata Sujatmiko dalam siaran pers, Senin, 27 Mei 2019.

    Dia menambahkan, pengiriman Mitsubishi Xpander ke Brunei juga diharapkan membuka peluang potensi ekspor suku cadang otomotif dari Indonesia.

    Baca juga: Pesanan Mitsubishi Xpander Tinggi, Begini Siasat Produksinya

    Masih dalam siaran pers yang diterima Bisnis, sebanyak 60 unit mobil pengiriman perdana telah dipesan habis oleh warga Brunei dan GHK Motors telah membuka pemesanan Mitsubishi Xpander untuk tahap kedua yang siap diterima para konsumen pada Juni 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.