Perbengkelan Indonesia Kalah Jauh dari Vietnam?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan bengkel masa depan. Sumber: motor1.com

    Penampakan bengkel masa depan. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri otomotif bukan hanya soal produk dan layanan purna jual dari para produsennya saja, di dalamnya juga termasuk bisnis perbengkelan di luar bengkel resmi. Namun ternyata dunia bisnis perbengkelan di Indonesia disebut tertinggal dibanding Vietnam.

    Penyerapan investasi gencar dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Vietnam, tak terkecuali bidang bisnis perbengkelan.

    Yang membuat mereka lebih unggul adalah karena Vietnam lebih agresif dalan melakukan terobosan-terobosan dalam bengkel mereka, terbukti dengan pengadaan equipment pendukung dalam bengkel mereka.

    Baca juga: Kisah Bengkel Bubut Kasiadi Bisa Jadi Second Tier Astra Honda Motor

    Beberapa waktu lalu berdasarkan rilis yang diterima Tempo, tepatnya pada 30 April - 4 mei 2019 Himawan Putra Corp dan para mitra bengkelnya di Indonesia melakukan studi banding ke Vietnam. Benar saja, ternyata mesin yang digunakan di bengkel-bengkel Vietnam merupakan mesin-mesin canggih yang dioperasikan secara otomatis.

    "Kami mencoba memberikan sudut pandang dan strategi bisnis dengan mengajak para mitra kami untuk dapat membandingkan dan melihat perkembangan teknologi dan bisnis bengkel disini (Vietnam)” tutur Marketing Manager Himawan Putra Corp, Faizal Ramadani.

    Dari situ dapat diambil benang merahnya bahwa pilihan mesin menjadi prioritas bengkel-bengkel di Vietnam dibanding dari segi interior.

    Baca juga: Begini Penampakan Bengkel Mobil pada 30 Tahun ke Depan

    Para pebisnis perbengkelan di Vietnam lebih tertarik berinvestasi pada mesin – mesin bengkel dibanding harus mengeluarkan uang banyak untuk urusan desain dan penampakan interior bengkel. Hasilnya mesin – mesin yang mereka pilih pun sangat canggih sesuai kebutuhan mereka.

    “Mengapa kami memilih Hunter sebagai penunjang bengkel kami karena Hunter satu – satunya yang mendukung kinerja bengkel kami, baik dari sisi kecepatan, akurasi dan efisiensi, tak terkecuali pemerintahan kami sangat ketat dalam peraturan berkendara terutama dari segi keamanannya dan pemerintahan kami sangat memperhatikan itu”. Tutur Mr. Son pemilik bengkel Nha ti Tire Hanoi.

    Para peserta studi banding diperkenalkan dengan bengkel yang menjadi wakil dari Hunter Engineering Company Vietnam dan diajak pula mengunjungi beberapa bengkel di sekitar Hanoi untuk melihat perkembangan bisnis bengkel di Vietnam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.