Kata Pakar Shell Soal Mitos Sering Ganti Jenis BBM Merusak Mesin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andreas Schaefer peneliti bahan bakar Shell. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Andreas Schaefer peneliti bahan bakar Shell. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengguna kendaraan sering menggonta-ganti bahan bakar dengan merek berbeda dengan alasan coba-coba hingga kantong yang lagi cekak maupun sulit menemukan stasiun bahan bakar merek asing. Ada yang menyebut penggantian bahan bakar bisa merusak mesin karena beda formula hingga aditifnya. Peneliti Bahan Bakar Shell Andreas Schaefer angkat bicara.

    Baca Juga: Cegah Pemalsuan Pelumas, Shell Kembangkan Teknologi Jam Jar

    Ia menyebut penggantian bahan bakar dari satu merek ke merek lain tidak memiliki dampak negatif yang merusak mesin."Penggantian jenis BBM dari merek X ke Y, saya kira tidak akan menimbulkan dampak negatif ke kendaraan kita," ujar Schaefer, Rabu 26 Juni 2019.

    Hanya saja, ia mengingatkan bahwa pencampuran bahan bakar tidak akan mendapatkan performa yang maksimal. "Menurut saya, agar kinerja bahan bakar maupun mesin dapat maksimal, lebih baik tidak sering melakukan pencampuran atau pergantian dalam waktu singkat," ujar ilmuwan asal Jerman ini.

    Apalagi, Schaefer menyebut Shell memiliki teknologi bahan bakar keunggulan Dynaflex. Dynaflex memiliki keunggulan mampu membersihkan mesin. Mesin modern kini berukuran lebih kecil dan bekerja dalam kondisi yang lebih berat, menghasilkan kondisi yang lebih berat bagi performa mesin. Kondisi yang lebih berat ini dapat mengakibatkan endapan yang mengurangi performa mesin, menyumbat komponen-komponen sistem bahan bakar, seperti injektor dan klep pada mesin. Endapan ini terkadang sulit dibersihkan dan dapat mengurangi perfoma maksimal mesin. Ia mengklaim Dynaflex memiliki 3x lebih banyak molekul pembersih.

    Baca Juga: Shell Luncurkan 2 Pelumas Baru Khusus Skuter Matik

    Tak hanya pembesih, Shell juga bisa lapisan pelindung atau film pada bagian-bagian kritis mesin, sehingga membantu mengurangi gesekan yang akan membantu mesin bergerak secara lebih fleksibel. Pengubah gesekan baru ini membantu komponen-komponen utama mesin dan mengurangi panas yang terjadi sehingga mesin bekerja secara lebih efisien.

    Pada Shell Super, Shell Regular dan Shell V-Power mengandung teknologi Dynaflex yang baru untuk membantu efisiensi mesin. Dan dengan aktif mencegah pembentukan endapan sistem bahan bakar, dan mengurangi terbuangnya energi bahan bakar bensin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.