Begini Cara Shell Peduli pada Sopir Truk Lewat Care for Captain

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampanye Shell Care for Captain. Sumber: Shell

    Kampanye Shell Care for Captain. Sumber: Shell

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mungkin tidak menyadari betapa besar perjuangan dan tantangan para pengemudi truk dan risiko yang mereka hadapi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Kondisi jalan yang tak menentu, serta berbagai tantangan lain (seperti kemacetan, cuaca buruk) yang seringkali hadir tanpa diduga. Perjuangan mereka tak hanya itu, mereka pun harus merelakan untuk hidup berjauhan dengan keluarga, karena hampir sebagian besar waktunya dihabiskan di jalan. Di sisi lain, keluarga di rumah seringkali dihinggapi rasa cemas memikirkan keselamatan ‘sang pencari nafkah’.

    Baca Juga: Cegah Pemalsuan Pelumas, Shell Kembangkan Teknologi Jam Jar

    Yulianto, 32 tahun, telah menjalani profesi pengemudi truk tangki selama 3 tahun mengungkapkan, “Saya bangga menyandang profesi sopir truk, karena tidak semua orang memiliki ketrampilan mengendarai kendaraan besar ini. Namun tugas sebagai pengemudi truk tangki tak cuma memiliki tanggung jawab yang besar tapi juga harus rela untuk hidup berjauhan dengan keluarga. Ini semua saya lakukan demi keluarga.”

    Pentingnya peran keluarga disadari betul oleh perusahaan minyak dan gas kelas dunia, Shell. Perusahaan yang memiliki sejarah panjang di Indonesia ini, menempatkan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan sebagai prioritas utama dalam setiap aktifitas bisnisnya.

    Darwin Silalahi, Presiden Direktur & Country Chairman PT Shell Indonesia mengatakan Shell berkomitmen dalam menempatkan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan sebagai prioritas utama dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Shell berkomitmen untuk menjalankan kegiatan bisnisnya dengan aman tanpa insiden yang menyebabkan kecelakaan kerja hingga kematian yang dapat merugikan karyawan, termasuk mitra kerja dan para pelanggan. "Bagi Shell, kondisi kerja dan kehidupan yang baik membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman dan lebih produktif serta kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

    Pengemudi truk tangki pembawa bahan bakar Shell, merupakan mitra Shell yang juga mendapatkan perhatian dalam hal kesehatan, keselamatam dan keamanan kerja. Mereka rata-rata adalah seorang kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab dan harus memastikan keluarganya dapat hidup dengan baik dan tercukupi. Untuk itu sejak tahun 2017, Shell Indonesia memulai program yang diberi nama “Care for Captain”. Program ini merupakan bagian dari kampanye Shell global yang diberi nama “Care for People” yang diperkenalkan pada tahun 2016.

    Baca Juga: Penjelasan Ahli Shell Soal Dampak Penggunaan BBM Basi

    ”Captain” adalah sebutan bagi para pengemudi truk tangki di perusahaan Shell di Indonesia yang jumlahnya mencapai 70 orang. Kata ‘captain’ diambil dari analogi pilot pesawat terbang yang diharapkan dapat membawa seluruh penumpang tiba dengan selamat di tempat tujuan. Hal ini juga dimaksudkan sebagai penghargaan atas peran mereka yang sangat penting dan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan produk BBM Shell sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

    Seperti halnya pilot, pekerjaan sebagai pengemudi truk tangki memiliki risiko besar. Sedikit saja kesalahan bisa menempatkan pengemudi dan lingkungan dalam potensi bahaya. Sadar akan hal ini, semua ‘captain’ Shell dituntut memiliki keterampilan dan perilaku mengemudi yang baik, serta harus memastikan kondisi truk yang dikendarai dalam keadaan terbaik. Untuk mendukung hal ini, Shell secara konsisten memberikan pelatihan mengenai keterampilan dan melakukan audit terhadap perilaku mengemudi para pengemudi truk tangki BBM nya.

    Seorang “Captain” Shell dapat menempuh jarak mencapai rata-rata 2.000 kilometer setiap bulannya. Oleh karena itu seorang ‘captain’ Shell tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dan perilaku mengemudi yang baik, namun juga harus dipastikan selalu dalam kondisi kesehatan yang prima. Shell secara berkala memberikan penyuluhan kepada ‘captain’ mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, pengetahuan tentang berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, kolesterol dan sebagainya.

    Baca: Shell Rilis Spirax Pelumas Mobil untuk Matik, Ini Keunggulannya

    Shell pun melakukan pembatasan waktu mengemudi yang sangat ketat bagi para ‘captain’, dan menerapkan aturan bahwa setelah mengemudi selama 4 jam, pengendara diwajibkan beristirahat minimal 15 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Dari sisi fasilitas, kepedulian ditunjukkan dengan menyediakan tempat istirahat (mess) yang layak untuk beristirahat.

    Shell tak hanya memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat kepada ‘captain’ namun juga kepada keluarganya. Tentu saja, program ini tidak akan maksimal apabila tidak melibatkan keluarga ‘captain’ sebagai pendukung.

    “Kelelahan merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu konsentrasi kami ketika bekerja. Shell pun memberikan waktu istirahat yang cukup serta fasilitas istirahat berupa mess yang nyaman. Perhatian dan kepedulian ini sangat membantu kami dalam menjalankan tugas dengan baik. Dan keluarga dirumah pun menjadi lebih tenang ketika saya bekerja,” ujar Sobaryanto, 37 tahun pengemudi truk tangki Shell yang memiliki dua orang anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.