Spesifikasi Motor Listrik SDR 60cc Rakitan Cirebon

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor listrik Kurir yang akan diluncurkan 60 unit September 2019 untuk kalangan santri dan DKM masjid di Jawa Barat. (Dok.PT.Arindo Pratama)

    Sepeda motor listrik Kurir yang akan diluncurkan 60 unit September 2019 untuk kalangan santri dan DKM masjid di Jawa Barat. (Dok.PT.Arindo Pratama)

    TEMPO.CO, Bandung - Sepeda motor listrik asal Cina rakitan di Cirebon bakal meluncur dengan merk SDR. Nama itu singkatan dari Sugeng Darma Risqi (motor listrik SDR). Sepeda motor untuk kendaraan dalam kota dan jalan datar itu berkapasitas mesin maksimal 1500 watt atau 60cc.

    Varian pertama itu berdimensi panjang 2080, lebar 740, dan tinggi 1020 milimeter. Ground clearence 180 mm dengan berat bersih termasuk baterai 138 kilogram. Kapasitas muatannya hingga 150 kilogram.

    Baca juga: Sepeda Motor Listrik SDR Bagi Hasil dengan Santri

    SDR yang berasal dari sepeda motor Cina Benling itu berjenis motor BLDC. Kecepatan maksimalnya 65 hingga 70 kilometer per jam. Memakai rangka baja, suspensi depan berjenis teleskopik, dan suspensi belakang double swing shock. Ukuran ban depannya 110/70-17, yang belakang 120/70-17.

    Motor ini memakai baterai isi ulang berjenis lead acid 12 V 20 Ah (X6). Waktu pengisian baterainya dua jam. Charging voltage-input 220V AC/50 Hz, dengan output 72V 10 A.

    Baca juga: Motor Listrik Rakitan Cirebon Siap Meluncur

    Berdaya 1500 watt bertegangan 72 V dengan arus 13 ampere, tingkat kebisingan motornya kurang dari 55 dB (A).

    “Baterainya kuat untuk jarak 80 kilometer,” kata Chief Executive Officer PT Arindo Pratama Soegeng Rijadi, Rabu, 10 Juli 2019. Varian perdana motor listrik SDR dari tiga jenis rakitan pabriknya di Cirebon itu akan dijual seharga Rp35 juta. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.