Semester I 2019: Penjualan Daihatsu Tembus 88.026 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Xenia saat test drive di Sibolga, Sumatera Utara, 11-13 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    Daihatsu Xenia saat test drive di Sibolga, Sumatera Utara, 11-13 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, JakartaDaihatsu kembali meng-update pencapaian penjualan satu semester. Tercatat pada periode Januari – Juni 2019, total angka retail sales Daihatsu yang mencapai 88.026 unit, dan whole sales sebesar 87.023 unit.

    Terkait pasar otomotif secara nasional, penjualan retail sales hingga Juni 2019 mencapai lebih dari 499 ribu unit atau turun sekitar 11,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tidak berbeda, untuk whole sales nasional berada di angka lebih dari 481 ribu unit, turun sekitar 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Pada pasar otomotif nasional, Daihatsu berkontribusi sebesar 88.026 unit atau 17,6 persen untuk retail sales, dan whole sales sebesar 87.023 unit atau sekitar 18 persen.

    Untuk retail sales, Daihatsu masih didominasi Daihatsu Sigra dengan torehan 26.118 unit (30 persen), diikuti oleh Gran Max (PU) 16.538 unit (19 persen), dan Daihatsu Xenia 12.485 unit (14 persen). Untuk penjualan Daiahtsu Ayla, dan Daihatsu Terios berada di kisaran angka lebih dari 11.000 unit dengan kontribusi sekitar 13-14 persen.

    “Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Sahabat Daihatsu yang telah memilih Daihatsu sebagai kendaraan mereka, sehingga kami dapat mempertahankan kontribusi pasar otomotif secara nasional. Kami juga mengucapkan selamat datang kepada Sahabat Daihatsu untuk menikmati penampilan dan program boothDaihatsu di Hall 2-A pada pameran otomotif GIIAS 2019 yang segera tiba,” kata Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 17 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.