Menjajal Kenyamanan Sleeper Bus Laksana di GIIAS 2019

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan kursi bus sleeper Laksana yang dapat diubah layaknya tempat tidur. Bus ini dipamerkan di GIIAS 2019, 18-29 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Deretan kursi bus sleeper Laksana yang dapat diubah layaknya tempat tidur. Bus ini dipamerkan di GIIAS 2019, 18-29 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang - Menjajal berada di dalam sleeper bus seat milik karoseri Laksana di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 memang hal baru di dalam kendaraan komersil pasalnya semua tempat duduk dibuat mirip bisnis class di pesawat.

    Empat tempat duduk terdepan memiliki ruang yang lebih luas dari pada 17 sleeper seat lainnya, dibalut dengan kulit sintetis di 17 kursi dan empat tempat duduk di paling depan dibungkus kulit berkualitas tinggi.

    Layar televisi di empat tempat duduk di paling depan juga lebih besar dari pada 17 tempat duduk lainnya, di setiap tempat duduk terdapat lampu baca serta lampu untuk tidur kecil dibagian dekat kepala.

    Sleeper bus ini juga menjadi daya tarik pengunjung GIIAS 2019 baik orang tua bahkan anak- anak muda menyambangi dan masuk serta menjajal masuk ke bangku penumpang.

    Di setiap bangku memiliki tirai penutup berwarna hitam dibagian kaca dan pembatas jalan tengah bus serta bantal kecil untuk alas tidur penumpangnya.

    "Memang empat bangku terdepan kami kasih jok dilapisi kulit untuk nantinya setelah dijual ke PO bisa dijadikan bangku eksekutif, dengan kulit memang lebih enak untuk ditiduri, lebih nyaman dan lebih adem. Kami juga sudah memperhitungkan untuk bagasi bisa menampung bawaan ke 21 penumpang," kata sales representative Laksana, Lang Widya, Jumat 19 Juli 2019.

    Menurut Lang, di empat bangku terdepan dipasang televisi 24 inci dan leg roomnya lebih luas dari pada 17 bangku lainnya. Bagasi terlihat lebih kecil karena dek bagian bawah diturunkan agar di dalam bus bisa double seat atas dan bawah.

    "Selain itu di empat bangku terdepan juga terdapat 3,5 jack untuk headset, meja lipat dan selebihnya sama dengan bangku lainnya, semua tempat duduk juga terdapat sabuk pengaman," ungkapnya.

    Bus ini, kata Lang, akan diperkenalkan terlebih dahulu kepada konsumen sehingga bangku di semua tempat masih manual sehingga harga jual masih rasional.

    "Kalau baru keluar sudah elektrik semua harganya akan tinggi, nantinya para operator bus akan mempertimbangkan kembali. Sleeper bus ini kalau komplit tanpa casis seharga Rp 925 juta, kalau dengan chassis Rp 1,8 miliar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.