Marketplace Otomotif Singapura Akusisi Jualo.com

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang konsumen mengakses situs jual beli online Jualo.com. Situs ini diakusisi marketplace otomotif asal Singapura, Carro, 1 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Seorang konsumen mengakses situs jual beli online Jualo.com. Situs ini diakusisi marketplace otomotif asal Singapura, Carro, 1 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Marketplace otomotif asal Singapura, Carro mendapatkan suntikan dana baru sebesar US$ 30 juta atau setara Rp 480 miliar. Dana ini menambah total pendanaan Carro selama tiga tahun berdiri menjadi sekitar USD 100 juta atau setara Rp1,4 triliun. Dari modal itu, Carro rencananya akan memperluas pasarnya di asia Tenggara, termasuk mengakuisisi perusahaan E-Commerce asal Indonesia, Jualo.com

    "Akuisisi Jualo akan meningkatkan jangkauan platform teknologi kami di Asia Tenggara terutama karena Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di kawasan ini," ujar Founder dan CEO Carro, Aaron Tan, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Jualo.com merupakan salah satu paltform jual beli online yang mengalami pertumbuhan cepat di Indonesia. Jualo kabarnya menarik lebih dari 4 juta pengguna aktiv setiap bulan dan memfasilitasi transaksi dengan total nilai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar RP14 triliun pada tahun 2018.

    Jualo.com yang didirikan pada tahun 2013 memperdagangkan barang baru dan bekas dengan 300 kategori termasuk mobil, sepeda motor, elektronik, iklan lowongan kerja, properti, mode, dsb.

    Sementara Carro yang memang fokus bergerak di bidang otomotif mencapai total transaksi sekitra US$ 500 juta atau setara Rp 7,1 triliun pada 2018. Total transaksi itu meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni US$ 250 juta atau Rp3,5 triliun (2017) dan US$ 120 juta atau Rp1,7 triliun (2016).

    Adaupun sumber pendanaan yang didapatkan Carro datang dari sejumlah investor. Di antaranya, SoftBank Ventures Asia, EDB Investments, Dietrech Foundation, NCORE Ventures, Insgnia Ventures, B Caoitol Group, Singtel Innov8, dan Alpha JWC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.