Pasar Otomotif Lesu Dihantui Perang Dagang AS-Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat diyakini membawa dampak negatif bagi pelaku industri otomotif global dan dalam negeri lantaran lesunya penjualan mobil tahun ini.

    Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan bahwa pasar otomotif menurun dibandingkan tahun lalu. Selain pemilu, dampak ekonomi akibat perang dagang AS-Cina juga diyakini turut andil memicu lesunya penjualan mobil di Tanah Air.

    "Walaupun pasar menurun tapi Toyota penurunannya tidak sedalam pasar. Jadi, market share malah naik dari 31,2 persen menjadi 31,5 persen pada pertengahan tahun ini. Sementara tidak akan memberi impact negatif [seperti pengurangan tenaga kerja dan penutupan pabrik] pada perusahaan," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

    Selain itu, Jimmi juga tidak menampik bahwa ada kemungkinan target penjualan sekitar 1,1 juta mobil pada akhir tahun yang dicanangkan pemerintah dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) tidak tercapai.

    Menurutnya, berkaca dari pencapaian penjualan di semester pertama tahun ini yakni 481.577 unit atau belum mencapai setengah dari target, maka angka penjualan 1 juta unit dinilainya sudah cukup baik.

    "Melihat hasil dari semester pertama tahun ini, market akan berada maksimum di 1,1 [juta]. Mungkin kalau [kondisi ekonomi tidak cepat membaik] bisa di bawah itu," katanya.

    Namun, dia memastikan optimisme semua agen pemegang merek, termasuk Toyota harus tetap dijaga agar risiko tersebut tidak terjadi. Peran serta semua pihak seperti pengesahan regulasi kendaraan listrik menjadi salah satu pemicu untuk kembali menaikkan gairah pasar dan semakin memperkuat produksi di industri otomotif Tanah Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.