Ini Penyebab Sistem Bantuan Mengemudi Justru Dianggap Mengganggu

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja mempraktekkan ujicoba jalan mobil konsep Symbioz dengan menggunakan joystick di Saint-Aubain-sur-Gailon, Perancis, 29 Januari 2018. Mobil otonom ini dapat terintegrasi dengan segala teknologi terutama pada internet. REUTERS

    Seorang pekerja mempraktekkan ujicoba jalan mobil konsep Symbioz dengan menggunakan joystick di Saint-Aubain-sur-Gailon, Perancis, 29 Januari 2018. Mobil otonom ini dapat terintegrasi dengan segala teknologi terutama pada internet. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Peringatan dari sistem bantuan pengemudi otomotif justru membuat banyak pengemudi merasa jengkel, bahkan sebagian dari mereka mematikan fitur tersebut. Hal tersebut terungkap dalam riset yang dilakukan J.D. Power Tech Experience pada 2019.

    Survei tersebut menemukan bahwa pengemudi yang tidak menyukai fitur itu, bisa saja meminta agar perangkat itu tidak dipasang pada mobil yang akan mereka beli. J.D. Power mengatakan temuan ini menjadi perhatian utama bagi para pembuat mobil yang ingin menjual sistem, dan pabrikan yang merancang mobil-mobil otonom (swakemudi).

    Survei menemukan 23 persen pengemudi tidak menyukai fitur lane departure warning yang mengeluarkan peringatan saat pengemudi berpindah jalur. Hasil survei itu bervariasi pada pengemudi dari beberapa merek kendaraan, namun tercatat 30 persen pengemudi menilai sistem peringatan itu mengganggu mereka saat menyetir.

    Dari kelompok pengemudi yang tidak menyukai fitur peringatan, 61 persen di antaranya justru mematikan fitur itu. J.D. Power mensurvei lebih dari 16.400 orang pada Februari hingga Juli yang membeli atau menyewa kendaraan terbaru tahun 2019 pada 90 hari terakhir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara