Wuling Riset Mobil Listrik untuk Pasar Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior mobil listrik Wuling E100. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Interior mobil listrik Wuling E100. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen asal Cina, Wuling Motors, mengklaim sedang melakukan riset mobil listrik yang disesuaikan dengan konsumen di Indonesia. Hal ini disampaikan Brand Manager Wuling Indonesia, Dian Asmahani, di sela-sela pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2019. 

    "Yang pasti nanti mobil listrik kami sesuai dengan pasar di Indonesia," kata Dian. 

    Di pameran IEMS 2019, Wuling Indonesia memamerkan dua unit mobil listrik imut yakni Wuling E100 dan E200. Sayangnya, kedua mobil listrik ini belum tentu akan diproduksi di Indonesia. 

    Menurut Dian, kedua mobil itu dipamerkan sebagai salah satu bentuk dukungan Wuling kepada pemerintah terkait program percepatan ke era kendaraan kendaraan listrik. 

    "Belum tentu (E100 dan E200). Ini kan kita tujuannya mendukung pemerintah untuk mempercepat kendaraan listrik di Indonesia. Tapi untuk realisasinya sendiri, kami tunggu aturan turunan dari Perpres Kendaraan Listrik," ujarnya.

    Selain itu, dengan hanya konfigurasi dua penumpang, E100 dah E200 dirasa tidak cocok untuk konsumen di Indonesia. Namun di negara asalnya, Cina, mobil dengan konfigurasi dua penumpang cukup diminati.

    "Memang, kenapa akhrnya mobil listrik dua penumpang ini dikenalkan di Cina, karena mobil listrik ini digunakan untuk 2 orang dewasa dengan jarak tidak lebih dari 50 km," tutur Dian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.