Ini Alasan Konsumen Lebih Memilih Toyota Agya dengan Mesin 1,2 L

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model berfoto pada peluncuran Toyota New Agya, di Jakarta, 7 April 2017. New Agya dibalut dengan mesin VVT-i berkapasitas 1.000cc dan dual VVT-i berkapasitas 1.200cc. Tempo/Wawan Priyanto

    Model berfoto pada peluncuran Toyota New Agya, di Jakarta, 7 April 2017. New Agya dibalut dengan mesin VVT-i berkapasitas 1.000cc dan dual VVT-i berkapasitas 1.200cc. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) hadir di segmen Low Cost Green Car atau LCGC dengan Toyota Agya dengan dua jenis mesin 1.0 L dan 1.2 L.

    Excecutive GM TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan model 1,2 L mencatatkan penjualan yang jauh lebih tinggi dari 1.0 L karena perbedaan harga yang tidak terlalu signifikan di antara keduanya.

    “Dari sisi harga, Agya 1.0L dan 1.2L tipe G M/T berbeda sekitar Rp3,1 juta. Perbedaan harga ini juga yang menjadikan Agya 1.2L lebih banyak diminati oleh pelanggan,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

    Dia mengatakan bahwa saat ini komposisi Agya 1.2 L mencapai sekitar 96 persen dari total penjualan mobil LCGC Toyota, sedangkan Agya 1.0 L mencapai 4 persen. Sepanjang semester I/2019, penjualan Agya 1.0 L hanya mencapai 53 unit, turun 22,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 208 unit.

    Sepanjang semester I/2019, penjualan kendaran LCGC berkapasitas di bawah 1.000 cc mencapai 17.202 unit. Jumlah ini meningkat 22,55 persen dibandingkan penjualan pada periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 14.037 unit.

    Adapun total penjualan mobil LCGC secara umum pada periode yang sama mencapai 100.792 unit. Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 115,076 unit, realisasi itu menurun sekitar 12,41 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.