Ini Alasan BMW Merakit Lokal Seri 7

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW Indonesia meluncurkan produk sedan terbarunya, yakni genrasi terbaru BMW Seri 7, di Jakarta, Kamis 10 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    BMW Indonesia meluncurkan produk sedan terbarunya, yakni genrasi terbaru BMW Seri 7, di Jakarta, Kamis 10 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Indonesia meluncurkan model terbarunya yakni BMW Seri 7 terbaru. Mobil yang bermain di segmen sedan premium itu sudah dirakit lokal di pabrik BMW, di Gaya Motor, Sunter.

    Lantas yang jadi pertanyaan apa alasan BMW Indonesia merakit mobil tersebut secara lokal? Mengingat mobil diklaim sebagai salah satu model flagship.

    Menanggapi hal tersebut Director of Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'Tania, menjelaskan bahwa memang pihaknya sudah merakit lokal BMW Seri 7 di Indonesia sebelum model terbaru ini.

    "Kita sudah merakit Seri 7 itu dari generasi yang sekarang (model sebelum Seri 7 yang baru meluncur), generasinya masih sama kode body yang sama, kita sudah merakitnya di (pabrik) Gaya Motor," ujarnya kepada wartawan di sela-sela peluncuran BMW Seri 7 terbaru, di Jakarta, Kamis 10 September 2019.

    Selain itu, Jodie juga mengatakan pihaknya sudah berkomitmen untuk merakit secara lokal setiap model tulang punggung penjualan BMW di Indonesia, termasuk Seri 7.

    "Kita melihat bahwa untuk semua produk yang kita sebut backbone, Seri 3, Seri 5,Seri 7, itu kita pasti akan rakit di Indonesia. Karena memang kita melihat peminatnya sangat tinggi terutama untuk Seri 3, Seri 5, dan Seri 7," papar Jodie.

    Untuk diketahui, BMW Seri 7 terbaru hadir dengan dua pilihan, yakni BMW 740Li Opulence dengan banderol Rp 2.,299 miliar dan BMW 730Li M Sport yang dibanderol Rp 1,829 miliar keduanya masih harga off the road.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.