Pajak Naik, Mercedes-Benz: Tak Membuat Pasar Mobil Mewah Turun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes Benz E300 e AMG Lite ikut dipamerkan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 Juli 2019. Dalam perhelatan GIIAS 2019, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia memperkenalkan varian plug-in hybrid (PHEV) dari E-Class, yakni Mercedes-Benz EQ Power. Tempo/Tony Hartawan

    Mercedes Benz E300 e AMG Lite ikut dipamerkan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Jumat 19 Juli 2019. Dalam perhelatan GIIAS 2019, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia memperkenalkan varian plug-in hybrid (PHEV) dari E-Class, yakni Mercedes-Benz EQ Power. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta melakukan penyesuaian tarif BBN-KB dari 10 persen ke level 12,5 persen. Penyesuaian tarif itu juga bertujuan meningkatkan penerimaan negara sekaligus menekan jumlah kendaraan di DKI Jakarta. Penyesuaian BBN itu berdampak pada kenaikan harga jual kendaraan yang harus dibayarkan konsumen.

    Deputy Director Sales Operations & Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan penyesuaian tarif bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) berlaku untuk semua penjualan kendaraan atau tidak hanya berlaku untuk mobil premium.

    “Shock sebentar tapi itu tidak hanya untuk mobil premium, untuk semua merek. Jadi menurut saya, lama-lama market akan menyesuaikan. Kalau ada kebutuhan membeli kendaraan, mungkin menunda tapi pada akhirnya akan membeli juga,” ujarnya akhir pekan lalu.

    Kariyanto menuturkan sejak muncul wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menyesuaikan tarif BBN, Mercedes-Benz telah melakukan komunikasi dengan pelanggan terkait perubahan tarif BBN. MBDI juga tidak memberikan potongan harga menyusul kenaikan BBN di Jawa-Bali tersebut.

    Menurutnya, hingga sejauh ini kenaikan BBN tidak berdampak signifikan terhadap penjualan Mercedes-Benz. Konsumen, katanya, menerima kenaikan BBN tersebut karena dasar kenaikan harga ialah aturan pemerintah. “Supaya tidak terjadi kesalahpahaman, dulu 10 persen kenapa sekarang 12,5 persen, tapi itu semua istilahnya ada dasar,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.