Hasil WSSP300 Qatar: Galang Hendra Yamaha Terdepan, Faeroz ke-20

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Galang Hendra Pratama, Aragon, Spanyol, 5 April 2019. (Yamaha)

    Galang Hendra Pratama, Aragon, Spanyol, 5 April 2019. (Yamaha)

    TEMPO.CO, JakartaGalang Hendra Pratama, pembalap Yamaha Indonesia menuntaskan balapan dalam seri final WorldSSP300 atau WSSP300 di Sirkuit Losail, Qatar, Sabtu 26 Oktober 2019, dengan finis ke-7. Pembalap yang membela bendera tim Yamaha Semakin Di Depan Biblion Motoxracing ini bertarung di barisan depan, hanya saja Yamaha YZF-R3 kalah torsi dengan kompetitor.

    Mengacu hasil ini, maka racer asal Yogyakarta usia 20 tahun ini berada di posisi ke-7 dalam klasemen akhir WorldSSP300. Galang Hendra Pratama juga sukses berada di posisi ke-2 untuk kategori Tissot Superpole yang mengacu hasil kualifikasi dan juga runner-up kategori Pirelli Best Lap.

    “Di race ini, saya terus berada di top group mulai awal lap. Saat 2 lap sebelum finish, saya lebih fokus dan tenang dan siapkan strategi untuk bisa overtaking, namun sempat bersentuhan pembalap lain juga dan hampir saja lowside. Saya terus menjaga pace sampai finish dan akhirnya saya finish di P7,“ tutur Galang Hendra Pratama dalam keterangan tertulisnya.

    Rekan Galang Hendra Pratama, M Faerozi mengakui bahwa banyak pengalaman yang diperolehnya pada penampilan pertama di WorldSSP300 Qatar. Pembalap asal Lumajang berusia 16 tahun tersebut sempat berada di barisan depan, namun Faeroz terhalang oleh beberapa rider yang mengalami accident. Hasil race WorldSSP300 Qatar, Faeroz finish ke-20.

    “Saya start dengan smooth, bisa ikut dengan group namun sebelum memasuki 1 lap ada 4 pembalap yang terjatuh sehingga membuat gap dengan group terdepan. Dan akhirnya saya finish di P20. Banyak pengalaman, ilmu, cara setting, perbedaan karakter pembalap , dan english skill yang menjadi modal karir saya kedepannya,“ ucap Faeroz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.