Datsun Mundur, Toyota Calya Akan Ditantang Renault Triber

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan pada segmen mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) berkapasitas tujuh penumpang tetap akan seru meski Datsun berencana menghentikan produksi 2 model andalannya. Calya dan Daihatsu Sigra yang menguasai pasar akan mendapat tantangan dari mobil baru Renault Triber.

    boleh jadi hanya akan menjadi milik Toyota Calya dan Daihatsu Sigra menyusul rencana Nissan untuk menghentikan produksi Datsun di Indonesia mulai 2020.

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan Nissan sedang mencari waktu yang tepat untuk melaporkan secara resmi detail rencana dan perkembangan bisnisnya kepada Kementerian Perindustrian.

    "Nissan akan menghentikan produksi Datsun Go dan Datsun Go+ pada Januari 2020 lantaran skala penjualan di bawah skala ekonomi," kata Harjanto beberapa waktu lalu.

    Menanggapi pernyataan Harjanto itu, Head of Communication Nissan Motor Indonesia Hana Maharani mengatakan produsen otomotif Jepang itu memiliki rencana optimalisasi yang selaras dengan operasi bisnis maupun organisasi.

    "Kami menegaskan bahwa Nissan terus berkomitmen kepada pasar dan pelanggan di Indonesia," kata Hana.

    Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi didampingi Head of Datsun Indonesia, Masato Nakamura meluncurkan Datsun Go CVT dan Nissan Serena saat hadiri pameran di Makassar, Kamis 21 Maret 2019/Didit Hariyadi

    Sejak program kendaraan LCGC bergulir pada 2013, Datsun melalui produk Go dan Go+ dengan konfigurasi 5+2 penumpang pernah mencicipi manisnya penjualan di Indonesia.

    Mengacu data wholesales (penjualan pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Datsun menjual 20 ribu mobil pada 2014, kemudian melonjak menjadi 29,3 ribu unit pada 2015.

    Kendati demikian, menginjak 2016, penjualan mereka turun 12 persen menjadi sekira 27 ribu mobil dan terus menurun hingga kini.

    Datsun kemudian menghadirkan varian Cross dengan dua tipe transmisi, tapi penurunan angka penjualan terus terjadi. Pada 2019, berdasarkan data Gaikindo, penjualan Datsun Cross hanya 1.862 unit.

    Pada lampiran data tersebut, Datsun sudah tidak mengirimkan Cross ke diler sejak September 2019.

    Sedangkan penjualan model Datsun GO meliputi beberapa varian GO Live dan GO+ D sebenarnya masih bisa mencapai empat ribuan unit pada Januari-Oktober 2019.

    Hengkangnya Datsun di pasar LCGC tentu bukan hal yang terlalu menguntungkan bagi Sigra dan Cayla. Kedua model kendaraan di bawah merek Daihatsu dan Toyota itu sudah mapan di pasar LCGC dengan karakter konsumen first buyer atau sebagai armada angkutan online.

    Penjualan Sigra, misalnya, selama 10 bulan pada 2019 sudah menembus 43 ribu unit. Sedangkan Calya sekitar 42,4 ribu menurut data GAIKINDO itu.

    Tanpa Datsun GO, persaingan kendaraan LCGC dengan kapasitas tujuh penumpang praktis hanya milik Sigra dan Calya.

    Namun, pada segmen LCGC model city car setidaknya masih cukup ramai dengan model Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon, Toyota Agya, maupun Daihatsu Ayla.

    Meski tidak masuk dalam program LCGC, kehadiran Renault Triber dengan harga Rp133 juta yang bersinggungan dengan harga Daihatsu Sigra, mungkin bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari mobil dengan banderol Rp100 jutaan berkapasitas tujuh penumpang.

    Renault Indonesia menyatakan telah menerima pemesanan 1.543 unit Triber sejak dikenalkan pada pertengahan 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.