Atasi Inden Lama, Lambretta Berkomitmen Sediakan Stok

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Lambretta V125 Special yang dipamerkan dalam acara Indonesia International Motor Show atau IIMS 2019 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, 27 April 2019. Lambretta V200 dan V125 Special, akan siap mengaspal pada Agustus 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Motor Lambretta V125 Special yang dipamerkan dalam acara Indonesia International Motor Show atau IIMS 2019 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, 27 April 2019. Lambretta V200 dan V125 Special, akan siap mengaspal pada Agustus 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, Lambretta masih mengandalkan suplai impor. Sebab itu, proses penjualan masih terkendala inden.

    "Kami memang masih inden, sambil menunggu pengiriman. Kami juga sedang mengejar bagaimana caranya agar tidak inden lagi," ujar Manager Marketing Skuter Motor Indonesia atau SMI, Adrianus Donny, Rabu 27 November 2019.

    SMI sebagai distributor Lambretta di Indonesia saat ini memasarkan model V200 dan V125 yang diimpor utuh dari Vietnam. Skuter premium ini diklaim memakan waktu inden satu sampai dua bulan.

    "Sekarang sudah tinggal satu bulan, dari SPK. Itu juga tergantung warna dan tipenya," ujarnya.

    Donny mengklaim bahwa sejak diluncurkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, Lambretta V125 dan V200 sudah terjual lebih dari 100 unit. "Terus bertambah setiap bulan," kata dia.

    Sementara itu, CEO Brum Brum selaki induk PT SMI, Ade Sulistioputra, mengaku persoalan inden Lambretta tidak menjadi persoalan serius untuk saat ini. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk menyediakan stok. "Tapi kalau memang permintaan bisa mengatasi suplai, bagi saya itu tidak ada masalah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara