Render Toyota Supra Tanpa Atap, Tampilan Lebih Mewah dan Berkelas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Render Toyota Supra tanpa atap. Sumber: motor1.com

    Render Toyota Supra tanpa atap. Sumber: motor1.com

    TEMPO. CO, Jakarta - Meski diragukan, Toyota Supra dengan model convertible coupe bukan tidak mungkin akan diproduksi secara massal. Sebagai varian baru atau dalam edisi terbatas misalnya.

    Bicara soal inovasi, maka Supra tanpa atap atau yang bisa dibuka tutup bukan hal yang mustahil. Apalagi, jika peminatnya ada dan banyak. Lihat saja saja salah satu konsep yang dibuat oleh Desainer Otomotif, Jon Sibal.

    Dalam sebuah postingan di akun instagramnya, dia mengunggah foto Toyota Supra terbaru dengan perubahan yang mencolok. Ya, Jon Sibal membuang atap mobil puluhan miliar rupiah tersebut. Tak hanya itu, dia juga menye,atkan velg E28 yang dipakai pada beberapa model BMW.

    "Mari beristirahat sejenak di dunia maya, inilah konsep Supra Speedster saya, dengan desain Front Lip dan Sideskirt baru di atas velg E28,"tulis Jon Sibal dalam keterangan foto yang sudah mendapat ribuan tanda suka tersebut.

    Kepala Insinyur Supra Tetsuya Tada, mengatakan, bahwa versi konversi penuh dari model baru tidak mungkin karena akan melangkahi BMW Z4 yang berada pada platform yang sama. Namun setidaknya ada kesempatan untuk model atau varian tanpa atap, bergaya Targa.

    Seperti dilansir dari Motor1, Tetsuya Tada juga menyatakan bahwa, Supra masih sangat baru sehingga Toyota belum membahas secara spesifik tentang varian model di masa depan. Hanya saja dia tak menutup kemungkinan.

    Selain potensi untuk model tanpa atap, perusahaan asal Jepang ini juga dilaporkan sedang memikirkan varian yang lebih kuat atau versi dengan gearbox manual. Menarik ditunggu, seperti apa model Toyota Supra selanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.