Sempat Tercecer, Pembalap Inggris Juarai Muba Supermoto

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Inggris Lewis Cornish saat beraksi di bagian akhir race di ajang Muba International Supermoto di Sirkuit Skyland, kota Sekayu. Parliza Hendrawan

    Pembalap Inggris Lewis Cornish saat beraksi di bagian akhir race di ajang Muba International Supermoto di Sirkuit Skyland, kota Sekayu. Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Sekayu - Pembalap asal Inggris Lewis Cornish benar-benar perkasa dalam hajatan Muba International Supermoto di Skyland Circuit. Ia berhasil unggul atas belasan pebalap mulai dari bapak kualifikasi Sabtu kemarin hingga dua race perlombaan hari ini. Dalam race pertama, Minggu siang ia dengan mudah mengalahkan lawan-lawannya meskipun ia sempat telat memacu motornya saat bendera start dikibarkan oleh Bupati Muba, Dodi Reza Alex, Minggu, 8 Desember 2019. Keperkasaan dia makin tampak saat race kedua berlangsung menjelang sore di Skyland Circuit, Sekayu.

    Lewis Cornish menjelaskan dia sempat khawatir akan catatan waktunya pasalnya dia sempat tertinggal selangkah dari pembalap di belakangnya Mohammad Khairi bin Zakaria (Malaysia) saat bendera start diangkat. Namun berkat pengalaman memenangi berbagai kejuaaran tingkat asia dan dunia, dia berhasil mengejar ketertinggalannya.

    Selain itu dia merasa diuntungkan dengan kondisi trek Sirkuit Skyland yang panjang dan lebar sehingga dia masih bisa memacu kecepatan motornya secara maksimal. "Tadi di lap pertama start agak telat sehingga berada di posisi ke dua," katanya.

    Dari hasil resmi yang dirilis oleh panitia dalam dua lap, Lewis Cornish berhasil mengumpulkan total poin 50, di posisi ke 2 Mohammad Khairi bin zakaria (Malaysia) dengan nilai total 42, di posisi ke 3 Muhammad Habibullah bin Mohd Salleh (Malaysia). Berikutnya posisi ke 4 pembalap Indonesia Raffi Tangka dengan nilai 33 dan pembalap Indonesia Farudillah Adam di posisi 5 dengan nilai total 33. Sementara itu pembalap nasional lainnya Pedro Wuner finish diurutan ke 10 dengan total poin 22.

    Melihat pencapaiai para pembalap, Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex merasa bangga dua hajatan tingkat asia bisa berlangsung sukses selama Desember 2019 ini di Skyland Circuit. Untuk itulah dia memastikan dua hajatan dimaksud Muba Asia Auto Gymkhana serta Muba International Supermoto kembali digelar tahun depan. Selain itu tahun depan juga bakal di gelaran lagi kejuaraan internasional berupa One prix, kejurnas moto race.

    "Kami juga jajaki kejuaraan balap mobil dengan penambahan lebaran lintasan 2 meter di kiri dan kanan," Imbuhnya.

    Ketua Pelaksana kejuaraan, Riduan Tumenggung mengatakan kejuaraan supermoto diikuti 18 pebalap dari 3 benua. Mereka yakni Muhammad Habibullah bin Mohd Salleh (Malaysia), Mohammad Khuzaini bin Mahmood (Malaysia), Mohd Dahnial bin Yunasri (Malaysia), Mohammad Khairi bin zakaria (Malaysia), Ahmad Daniel haiqal bin Ahmad Samsul Nizam (Malaysia), Aqil Rusyaidi bin Shaharum (Singapura), Mohammad Fazli bin Kamaruddin (Singapura), Abdul Rahman bin Rahmad (Singapura).

    Kemudian, Bryan Kuang Fuyou (Singapura), Lewis Cornish (United Kingdom), Doni Tata Pradita (Indonesia), Pedro Wuner, (Indonesia), Tommi Salim (Indonesia), Raffi Tangka (Indonesia), Farudilla Adam (Indonesia), Kenneth san Andres (Philipines), Dominic Fletcher (Australia), dan Yang Kai Hung (Taiwan).

    Sementara itu pembalap nasional Farudillah Adam menjelaskan dia sudah berupaya keras untuk tampil optimal namun tidak bisa berbuat banyak lantaran mesin motornya mengalami gangguan. Trouble pada mesin dan gangguan pada sistem kelistrikan itu katanya sudah ia rasakan sejak latihan resmi Sabtu kemarin. Paska kejuaaran di Skyland, pekan depan dia akan mengejar target untuk menjuarai kejurnas Trial Game Asphalt di Boyolali. "Secara fisik saya sudah persiapkan demikian juga dengan motornya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.