PCX Luxurious Trip 2019 Tuntaskan Perjalanan 393 KM di Bali

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta turing Honda PCX Luxurious Trip 2019 melintasi kawasan pegunungan di Bedugul, Buleleng, Bali, 14-15 Desember 2019. (AHM)

    Peserta turing Honda PCX Luxurious Trip 2019 melintasi kawasan pegunungan di Bedugul, Buleleng, Bali, 14-15 Desember 2019. (AHM)

    TEMPO.CO, Denpasar - PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar kegiatan PCX Luxurious Trip di Pulau Bali, Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2019. Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini menuntaskan perjalanan sejauh 393 kilometer dengan rute Depnasar-Buleleng-Menjangan-Gianyar-Uluwatu-Denpasar. Turing dengan menggunakan Honda PCX, rival berat Yamaha NMax, ini diikuti peserta dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. 

    Hari pertama perjalanan mengeksplorasi Pulau Bali menggunakan Honda PCX bisa dibilang cukup menantang. Dari Denpasar, perjalanan menuju Buleleng melalui Bedugul. alur di Jalan Raya Bedugul memang mengasikkan. Udara sejuk sepanjang perjalanan membuat perjalanan semakin berkesan. Jalur inilah yang sebenarnya menjadi tantangan karena berliku, menanjak dan turunan tajam. 

    Di sinilah rem Honda PCX yang dilengkapi ABS (Anti-lock Braking System) bekerja keras. Tempo sempat mengalami masalah saat rem belakang tidak bekerja. Rupanya, posisi jari yang terus menempel pada tuas rem belakang membuat rem belakang terlalu panas. 

    "Ini penting diperhatikan, rem kalau terus-menerus ditekan akan terlalu panas. Jadi, tekan (rem) saat diperlukan saja," ujar Hendrik Ferianto, Safety Riding Department PT AHM, yang menjadi road captain PCX Luxurious Trip 2019. 

    Peserta turing Honda PCX Luxurious Trip di Pulau Bali singgah di Bali Handara Golf Club di Bedugul, Sabtu, 14 Desember 2019. (AHM)

    Jalur ini juga menjadi tantangan menguji ketangguhan mesin 150cc, 4 langkah, SOHC, PGM-FI, berteknologi eSP Honda PCX. Mesin dengan output 10,8 kW (10,7 PS) pada 8.500 rpm dan torsi 13,2 Nm pada 6.500 rpm cukup bersahabat diajak menanjak di Bedugul. Begitu pula di jalur lurus menuju Menjangan di Bali Utara, tarikan dan akselerasi terasa lebih enteng. 

    Nabila Putri, influencer yang diundang mengikuti PCX Luxurious Trip 2019 mengatakan bahwa riding position atau posisi berkendara Honda PCX cukup nyaman untuk perjalanan jarak jauh. "Posisi badan dan kaki bisa lebih santai. Kaki malah bisa selonjoran," kata Nabila yang tahun lalu juga mengikuti PCX Luxurious Trip. 

    Di Menjangan, panitia menyiapkan berbagai kegiatan. Satu di antaranya adalah snorkeling, menikmati keindahan terumbu karang. Dalam kegiatan ini, AHM juga menyumbangkan donasi untuk melestasikan terumbu karang di Menjangan. Total jarak tempuh perjalanan hari pertama di odometer Honda PCX yang dikendarai Tempo adalah 140 kilometer. 

    Peserta turing Honda PCX dengan tema PCX Luxurious Trip 2019 melintas di Jalan Raya Kayu Putih- Munduk, dari Denpasar menuju Menjangan, Bali, Sabtu, 14 November 2019. (AHM)

    Rute hari kedua perjalanan adalah dari Menjangan menuju Gianyar, lalu ke Garuda WIsnu Kendacana di Uluwatu, dan finish di Trans Studio Mall di Denpasar. Start dari pukul 08.00 WITA, finish tepat pukul 19.00 WITA dengan total jarak tempuh mencapai 253 kilometer.

    Perjalanan di hari kedua tidak lagi menghadapi rute berkelok seperti di hari pertama. Namun, lebih ke jalur jalan nasional Gilimanuk-Denpasar yang padat dengan lalu lintas. Jalurnya juga lurus-lurus saja.

    Tantangan yang dialami peserta di hari kedua adalah cuaca. Berangkat dari Menjangan cuaca panas terik. Lalu hujan deras saat rombongan makan siang di Gianyar. Beruntung, peserta dibekali dengan perangkat turing yang lengkap, termasuk untuk berkendara dalam cuaca hujan. Jas hujan, cover sepatu, dan perlengkapan lainnya sudah disiapkan di bagasi Honda PCX seluas 28,8 liter. 

    Selanjutnya, edukasi pengelolaan sampah organik dan non organik...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?