Pasar Mobil Baru 2019 Turun 12 Persen, Mobil Bekas Jeblok

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penurunan penjualan mobil baru yang terjadi sepanjang 2019 turut memengaruhi pasar mobil bekas. Menjelang akhir tahun, pedagang mobil bekas bahkan semakin terhimpit akibat strategi perang harga yang dilakukan pabrikan.

    Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah PT Astra International Tbk., sepanjang Januari—November, penjualan mobil dari pabrik ke dealer mencapai 940.362 unit. Jumlah penjualan ini menurun 11,58 persen secara tahunan.

    Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan bahwa kinerja penjualan Mobil88 juga mengalami tren penurunan yang kurang lebih sama dengan industri mobil baru. Penurunan ini, lanjutnya, juga dialami oleh hampir semua pedagang mobil bekas di Tanah Air.

    “Kalau mobil baru turun sekitar 12 persen, walaupun mobil bekas tidak ada yang tahu data pastinya, cuma kalau bicara indikasi saja, saat ini tidak ada pedagang yang tahun ini happy. Bisa juga coba dicek ke leasing, coba cek pembiayaan mobil baru dan mobil bekas, pasti turunnya hampir sama,” katanya kepada Bisnis, bellum lama ini.

    Dia menuturkan penjualan mobil bekas juga semakin sulit lantaran aksi perang harga yang dilakukan pabrikan, khususnya menjelang akhir tahun. Hal ini membuat selisih harga mobil baru dengan mobil bekas makin tipis.

    Pihaknya tidak terlalu agresif dalam memberikan program penjualan jelang penutupan 2019. Persaingan dengan dealer yang memberikan diskon besar-besaran dinilai terlalu sulit dilakukan.

    Dia mengatakan perang harga pabrikan juga disebabkan meningkatnya suplai dari kehadiran sejumlah merek baru di Indonesia. Dia menilai meningkatkan suplai kendaraan otomotif saat ini belum mampu diimbangi dengan kenaikan permintaan yang menyebabkan harga cenderung menurun.

    Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih juga mengatakan bahwa kondisi pasar mobil bekas pada tahun ini kurang menggembirakan. Penjualan pada tahun ini mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu.

    “Perbandingannya, tahun lalu kami masih catatkan penjualan 38.000 unit. Tahun ini, per hari pekan lalu itu di angka itu cuma 33.000—34.000 unit. Kami juga gak mengerti putarannya tahun ini ke mana, orang pada menahan spending semua,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.