Hal yang Bisa Sebabkan Perluasan Asuransi Banjir Ditolak

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengendarai mobil menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara, Senin, 9 Juli 2018. Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Minggu malam, 8 Juli 2018, ditambah meluapnya aliran anak Sungai Batuan menyebabkan puluhan rumah dan akses jalan di kawasan itu terendam banjir. ANTARA FOTO/Irsan Muyadi

    Warga mengendarai mobil menembus banjir yang merendam Jalan dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara, Senin, 9 Juli 2018. Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Minggu malam, 8 Juli 2018, ditambah meluapnya aliran anak Sungai Batuan menyebabkan puluhan rumah dan akses jalan di kawasan itu terendam banjir. ANTARA FOTO/Irsan Muyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana banjir biasanya tidak masuk dalam perlindungan Asuransi, kecuali membeli perluasan terkait bencana dan banjir. Sehingga, perusahaan Asuransi akan menjamin tetap aset-aset pelanggan.

    "Tidak semua polis asuransi kendaraan dan properti diperluas dengan cover risiko banjir, sehingga hanya kendaraan dan properti yang diperluas risiko banjir yang dapat pergantian asuransi," kata Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika Tbk atau Adira Insurance Julian Noor dalam keterangannya, Kamis 2 Januari 2019.

    Julian mengingatkan agar klaim banjir dapat diterima, pelanggan harus memastikan dengan membeli perluasan jaminan yang diakibatkan oleh banjir. "Pelanggan harus memahami isi dari polis asuransi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berasuransi,” tambah Julian.

    Lalu bagaimana klaim asuransi khususnya kendaraan yang masih ditolak asuransi. Hal ini berhubungan apabila pelanggan secara sengaja mengendarainya atau menerjang saat banjir. "Sudah tahu ada banjir, pelanggan tetap nekat menerobos banjir tentunya pihak asuransi akan menolak klaim ini. Kasus itu masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi," katanya.

    "Namun yang terjadi saat ini banyak kendaraan yang posisinya sedang parkir di rumah dan ternyata diterjang banjir, hal itu bisa dicover tetapi tetap harus ada perluasan banjir," tambah Julian.

    Jika terdapat pelanggan yang ingin melakukan evakuasi kendaraan atau barang-barang lainnya yang terdapat di bangunan properti atau rumahnya, Adira Insurance juga menyediakan call center Adira Care 1500 456 yang menerima laporan maupun permintaan bantuan evakuasi selama 24 jam.

    Selain itu, untuk perluasan jaminan banjir terhadap kendaraan bermotor, Adira Insurance memiliki fasilitas towing car atau mobil derek, Emergency Road Assistance, serta ambulance yang siap membantu dalam kondisi darurat di jalan.

    “Tim tanggap bencana Adira Insurance akan siap 24 jam untuk memberikan pertolongan kepada pelanggan yang terkena bencana, khususnya bencana banjir yang sedang dihadapi saat ini,” ucap Julian.

    Bantuan utama dari tim tanggap bencana Adira Insurance adalah untuk mengevakuasi kendaraan pelanggan ke lokasi yang lebih aman serta perbaikan kendaraan atas kerusakan akibat banjir sesuai jaminan yang tercatat di dalam polis.

    Selain itu, tim tanggap bencana Adira Insurance juga memberikan bantuan logistik bagi para korban banjir melalui posko-posko banjir yang ada.

    "Khusus untuk Pelanggan Autocillin dapat dengan mudah melakukan klaim menggunakan Autocillin Mobile Claim Application. Pelanggan Autocilllin cukup upload foto kerusakan kendaraan dan mengirimkan laporannya kerusakan mobilnya melalui aplikasi tersebut dimana saja dan kapan saja," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara