Mesin Diesel Terbaru di Eropa Dinilai Tidak Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil bermesin diesel tua segera dilarang di kota-kota tertentu di Jerman. Upaya ini untuk menekan polusi udara. (Reuters)

    Mobil bermesin diesel tua segera dilarang di kota-kota tertentu di Jerman. Upaya ini untuk menekan polusi udara. (Reuters)

    TEMPO.CO, Brussels - Kelompok pemerhati Lingkungan Hidup dan transportasi Eropa (Europe Transport and Environment/T&E) menilai kendaraan bermesin diesel terbaru yang dipasarkan di Eropa melebihi batas emisi yang ditetapkan alias tidak ramah lingkungan.

    Kelompok ini, seperti dilaporkan Reuters, Senin, 13 Januari 2020, menyerukan kepada anggota parlemen Uni Eropa untuk membuat pengujian emisi baru dan mengeluarkan peraturan yang lebih ketat terkait emisi gas buang mesin diesel.

    Empat tahun setelah Volkswagen mengakui kecurangan tes mesin diesel di Amerika Serikat, tes baru terhadap dua model mobil diesel terlaris 2018 di Eopa menunjukkan partikel polusinya melonjak hingga 1.000 kali tingkat normal saat dilakukan pembersihan filter.

    Tes yang dilakukan pada Nissan Qashqai dan Opel/Vauxhal Astra menunjukkan 32 persen hingga 115 persen di atas batas yang ditentukan atau 600 miliar partikel per kilometer selama pembersihan filter berlangsung.

    Juru bicara Opel/Vauxhall mengaku tidak dapat berkomentar karena tidak mengetahui laporan detail T&E. Sementara itu, juru bicara Nissan mengatakan kepada Reuters bahwa “semua kendaraan Nissan dan perangkat PDF (Diesel Particulate Filter) yang dipasang di kendaraan Nissan sepenuhnya mematuhi undang-undang emisi yang berlaku.”

    Produsen mobil Jepang itu juga mengatakan mendukung tes emisi baru yang lebih ketat dan telah memperkenalkan teknologi baru untuk memenuhi mereka.

    T&E mengatakan lebih dari 45 juta kendaraan membawa filter partikel di Eropa, yang mengarah ke 1,3 miliar pembersihan filter per tahun. Di bawah aturan Eropa saat ini, pembersihan saringan selama pengujian resmi dilakukan hasilnya tidak masuk hitungan. “Artinya 60-99 persen emisi partikel yang diatur dari kendaraan yang diuji diabaikan,” kata T&E dalam laporannya.

    Pengujian terhadap dua kendaraan yang disebut Euro 6d-temp, yang mengacu pada kendaraan yang dipasarkan setelah 2017, dilakukan oleh lap uji kendaraan Eropa, Ricardo, pada Juli dan Agustus 2019. Dalam pengujian ini, Vauxhall Astra ditemukan mengeluarkan jumlah terbesar partikel ketika regenerasi filter terjadi, dengan 1.300 miliar partikel per kilometer. 

    Tes regenerasi filter mesin diesel Qashqai menunjukkan emisi antara 790 miliar dan 850 miliar partikel per km, melebihi batas 32 persen hingga 41 persen. Polusi partikel disebut mempengaruhi lebih banyak orang daripada polutan lain menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan tiga dari empat penduduk kota-kota Eropa terkena tingkat partikel yang tidak aman, menurut Badan Lingkungan Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.