Antisipasi Onderdil Ilegal, Komunitas Harley Luncurkan Aplikasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas HDCI Yogya bersiap.melakukan touring pendek dengan rute Yogya-Prambanan Minggu 19 Januari 2020. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Komunitas HDCI Yogya bersiap.melakukan touring pendek dengan rute Yogya-Prambanan Minggu 19 Januari 2020. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Komunitas Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Pengurus Cabang Kabupaten Sleman Yogyakarta akan segera meluncurkan secara resmi sebuah aplikasi bernama HDCI Indonesia untuk mewadahi aktivitas para pecinta motor gede.

    Aplikasi yang bisa diunduh gratis di platform penyedia aplikasi seperti Playstore itu dibuat untuk mewadahi berbagai kebutuhan pecinta moge. Mulai dari penjualan merchandise atau cinderamata, spare part, hingga bursa moge.

    “Ini mungkin aplikasi pertama untuk mewadahi kebutuhan pecinta motor gede, semua bisa terpantau, sehingga bisa menghindari transaksi barang barang ilegal,” kata Ketua HDCI Pengurus Cabang Sleman Ervin Arifianto Minggu 19 Januari 2020.

    Ervin menuturkan dalam aplikasi itu, mewadahi pula kebutuhan adminisitrasi klub seperti pendaftaran anggota. Adapun konten seperti penjualan cinderamata hingga bursa moge juga sudah terdata dan tersistem dengan baik.

    Aplikasi ini sendiri sudah mulai beroperasi sekitar tiga bulan lalu dengan total anggota yang sudah terdaftar kini ada sekitar seribuan anggota.

    “Yang terdaftar di situ belum mencakup seluruh Indonesia," katanya.

    Secara resmi, aplikasi ini diluncurkan saat ulang tahun kedua HDCI Sleman pada 2 Februari 2020 yang juga dirayakan di kompleks Candi Borobudur, Jawa Tengah. Rencananya acara itu dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    "Untuk pesertanya kami mengundang anggota seluruh Indonesia. Namun karena event itu hanya satu hari di hari Minggu kemungkinan biker yang bisa datang hanya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.