Segmen SUV Makin Ramai, Honda Punya Strategi untuk Kuasai Pasar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda HR-V Sport 2019. Sumber: motor1.com

    Honda HR-V Sport 2019. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) tidak khawatir dengan hadirnya kompetitor di segmen mobil SUV. Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan dan Pemasaran HPM Yusak Billy mengatakan segmen SUV menjadi primadona di pasar otomotif. “Segmen SUV saat ini memang salah satu pasar yang sangat berkembang dengan semakin banyak model yang menjadi pilihan konsumen. Hal ini juga terjadi karena tren dan kondisi jalan Indonesia yang cocok untuk mobil SUV,” katanya kepada Bisnis, Senin 20 Januari 2020.

    Kendati persaingan semakin ketat, dia meyakini Honda memiliki lini produk yang kuat untuk bersaing di segmen itu. Dua model andalan Honda, yakni CR-V dan HR-V, diyakini masih memiliki taji untuk mencatatkan penjualan positif di segmen SUV.

    “Honda memiliki produk yang kuat di segmen SUV, antara lain CR-V yang merupakan salah satu pionir SUV di Indonesia dan HR-V yang menjadi salah satu best selling SUV di Indonesia,” katanya.

    Dia mengatakan untuk menghadapi ketatnya persaingan di segmen ini, HPM mempersiapkan strategi penyegaran untuk kedua produk tersebut. Hal ini juga akan didorong dengan racikan program penjualan untuk menarik hati konsumen.

    Selain itu, meski banyak pesaing di segmen SUV yang menawarkan produk dengan harga miring dia tetap meyakini layanan purnajual dan brand value Honda akan menjadi pembeda. Menurutnya, konsumen di segmen ini tidak semata-mata memutuskan pembelian unit berdasarkan harga ataupun kebaruan produk.

    “Kami juga percaya bahwa konsumen SUV adalah smart buyer yang tidak hanya melihat dari sisi harga dan kebaruan, tetapi juga brand value, dukungan purna jual serta resale value-nya nanti,” ujarnya.

    Di segmen SUV kompak HR-V menjadi salah satu model paling laris di Tanah Air. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan model ini selama Januari—November tahun lalu mencapai 18.787 unit, turun 33,56 persen secara tahunan.

    Meski begitu, jika dibandingkan dengan para pesaingnya seperti Mazda CX-3, Toyota C-HR, dan Wuling Almaz, model ini masih menduduki posisi teratas. Namun, Wuling Almaz yang masuk dengan harga miring pada tahun lalu berhasil menjadi kuda hitam dengan penjualan 7.429 unit pada periode yang sama.

    Pada awal tahun ini persaingan semakin ketat dengan hadirnya pemain baru seperti Kia All New Seltos.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.