Teknologi Paten Mencegah Pencurian Ban Mobil dan Velg

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baut dengan pola unik buatan Ford untuk mencegah pencurian ban mobil dan velgnya. Sumber: carsccops.com

    Baut dengan pola unik buatan Ford untuk mencegah pencurian ban mobil dan velgnya. Sumber: carsccops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi pencurian yang menyasar ban mobil dan velg tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi di Amerika, kasus yang mirip terjadi pekan lalu di Detroit dengan melepas baut velg dan meninggalkan mobil Ford Corvette C8.

    Mengantisipasi pencurian ban mobil, Ford bekerja sama dengan EOS untuk membuat mur yang seunik suara Anda. Suara pemilik kendaraan direkam dan kemudian diubah menjadi gelombang suara tunggal yang berbentuk seperti lingkaran. Pola ini kemudian diintegrasikan ke dalam mur pengunci stainless steel menggunakan cetakan 3D. Kunci yang serasi juga dibuat pada saat yang sama.

    Desain mur ini akan mencegah pencuri menggunakan kunci yang diproduksi secara massal untuk mengambil roda dan velgnya, tetapi fitur keamanan tidak berakhir di sana. Seperti yang dijelaskan Ford, ada tulangan dengan jarak yang tidak rata di dalam mur dan memiliki lekukan yang dalam. Ford mengatakan fitur ini mencegah orang membuat jejak pola lilin karena lilin akan pecah ketika ditarik dari mur.

    Namun penggunaan suara hanya menjadi contoh. Ford bisa juga menggunakan pola khusus kendaraan seperti logo Mustang untuk digunakan pada mobil pony. Perusahaan juga dapat mencetak lebih banyak desain yang unik seperti inisial pemilik mobil atau sirkuit seperti Nürburgring. Namun, memilih pola yang populer jadi lebih umum bisa gampang dibobol.

    Hingga saat ini belum jelas kapan mur antipencurian akan dijual. Sementara ini masih dibuat terbatas pada prototipe seperti GT dan Mustang Shelby GT500.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.