Dua Bulan Dijual, Kawasaki W175 TR Sudah Laku 1.000 Unit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki W175TR bergaya scrambler. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Kawasaki W175TR bergaya scrambler. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak diluncurkan akhir November 2019, Kawasaki W175 TR atau versi diklaim telah terjual 900-1.000 unit. Target penjualan varian terbaru dari seri motor retro Kawasaki itu pun dipercaya akan tembus 9.000 unit pada tahun 2020. "Kita sudah kirim hampir 1.000 unit dari Desember lalu," kata Head Sales & Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Michael C Tanadhi saat ditemui Tempo, Sabtu, 1 Februari 2020.

    Michael optimistis target 9.000 unit pada tahun 2020 akan terwujud. Sebab, menurutnya respons masyarakat terhadal produk ini cukup menjanjikan. "Target sampai akhir tahun ini, saya yakin sampai lah,"ucapnya.

    Kawasaki W175 TR sendiri tersedia dalam dua varian, yakni trim basics atau standar dan trim SE. Saat peluncuran, varian standar dibanderol Rp 29,9 juta sedangkan varian SE, dijual Rp32,3 juta.

    Kawasaki W175 TR dibekali mesin silinder tunggal SOHC 177cc berpendingin udara. Sebelumnya Tempo juga pernah menjajal motor ini. Ketika mesin dihidupkan, suara knalpot lebih ngebas dibandingkan generasi sebelumnya yakni W175 dan W175 Cafe.

    Desain knalpot W175TR mengadopsi model megaphone memang berbeda dengan dua model sebelumnya bentuknya lebih naik. Mungkin sebagai genre scrambler agar ketika melibas medan berat air tak masuk ke knalpot.

    Menjajal performa mesin motor dengan mesin berkapasitas 177 cc satu silinder dengan SOHC memang bukan motor untuk kebut-kebutan. Ditunjang dengan fitur karburator sekrup udara baru yang sesuai dengan pengaturan baru. Meski demikian, mesin Kawasaki dengan tenaga maksimal 13 PS pada 7.500 rpm serta torsi 13,6 Nm ini menawarkan torsi yang memadai terutama putaran bawah dan menengah.

    Boleh dibilang, motor ini cukup nyaman dipakai harian karena dengan kondisi jalanan perkotaan saat ini lebih banyak macetnya sehingga putaran bawah dan menengah yang menjadi andalan. Apalagi ditunjang dengan jarak sumbu roda hanya 1.285 mm sangat nyaman dipakai selap-selip. Tuas kopling pun empuk tak membuat pegal tangan ketika dikendarai di kemacetan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.