Toyota Rush Masih Kompetitif, Ini Buktinya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Rush resmi meluncur pada Kamis, 23 November 2017 di kawasan Jakarta Selatan. Sejak peluncurannya, Rush ikut jadi penopang penjualan Toyota setelah Avanza dan Calya. Penjualan Toyota Rush 49.650 unit sepanjang tahun 2018 hingga November. TEMPO/Tony Hartawan

    Toyota Rush resmi meluncur pada Kamis, 23 November 2017 di kawasan Jakarta Selatan. Sejak peluncurannya, Rush ikut jadi penopang penjualan Toyota setelah Avanza dan Calya. Penjualan Toyota Rush 49.650 unit sepanjang tahun 2018 hingga November. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor menyebut Toyota Rush masih mampu bersaing dengan sejumlah produk baru di segmen low sport utility vehicle (LSUV).

     

    Direktur Marketing TAM Anton Jimmy Suwandi mengatakan bahwa kehadiran produk baru di segmen LSUV dipastikan memperketat persaingan. Kendati demikian, dia percaya Toyota Rush masih menjadi pemimpin di segmen tersebut. 

    Pada 2019, Toyota Rush menjadi model LSUV paling laris  yang membukukan penjualan sebanyak 61.569 unit. Naik hampir 16 persen dibandingkan 2018. Sementara itu total wholesales LSUV pada 2019 mencapai 125.299 unit.

    "Tentu persaingan akan semakin ketat, tetapi rasanya Rush masih bisa diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu 23 Februari 2020.

    Pasar di segmen LSUV diprediksi masih menjadi primadona di Tanah Air seiring dengan kemunculan produk baru, seperti Suzuki XL7 dan Mitsubishi Xpander Cross. Keduanya mobil tersebut bersaing di rentang harga Rp230 juta hingga Rp290 jutaan.

    Pesaing lain di segmen serupa, Daihatsu Terios, masih kompetitif dengan harga jauh lebih murah yakni Rp201 jutaan. Adapun, sejumlah varian Toyota Rush dibanderol seharga Rp251 hingga Rp273 jutaan.

    Anton mengatakan bahwa penjualan Rush pada Januari 2020 mencapai 4.499 unit, menurun 15,5 persen dibandingkan Januari 2019 yang mencatatkan penjualan 5.330 unit.

    Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan penjualan kendaraan roda empat pada awal tahun ini disebabkan oleh bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Jabodetabek. Selain itu, realisasi penjualan pada awal tahun memang cenderung melambat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.