Suzuki Carry Jadi Andalan SIS Genjot Ekspor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Carry generasi terbaru diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Suzuki Carry generasi terbaru diluncurkan di IIMS 2019. 25 April 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales bakal terus menggenjot volume ekspor dengan andalan mobil niaga yang merupakan rakitan lokal. Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan bahwa fokus penjualan Suzuki memang dialihkan ke produk yang diproduksi di Indonesia.

     

    "Dengan berfokus pada produk lokal, Suzuki dapat terhindar dari risiko fluktuasi nilai tukar," ujar Donny kepada Bisnis, Rabu 4 Maret 2020.

    Kontribusi ekspor pikap Tanah Air pada tahun lalu ditopang oleh Suzuki Carry sebanyak 7.213 unit dan APV Pikap 1.008 unit.

    Donny menambahkan hal ini dilakukan seiring dengan tingginya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk lokal Suzuki yang rerata berada di atas 85 persen.

    Di sisi lain, Donny mengungkapkan bahwa  komposisi penjualan Suzuki memang didominasi oleh kendaraan niaga yang berkontribusi sebesar 56 persen.

    Sepanjang 2019, Suzuki mengapalkan 66.433 unit mobil ke 52 negara tujuan. Ekspor tersebut terdiri atas 26.820 kendaraan terurai lengkap dan 39.613 unit kendaraan utuh.

    Data Gaikindo menyebutkan SIS mencatatkan ekspor secara utuh sebanyak 3.919 unit pada Januari 2020. Dari total tersebut, ekspor pikap Carry berkontribusi sebanyak 1.019 unit.

    Kinerja ekspor Suzuki pada Januari 2020 meningkat sebesar 23,9 persen dibandingan bulan sebelumnya yang mengapalkan 2.982 unit.

    Sementara dari sisi pasar domestik, Suzuki memimpin pasar pikap dengan penjualan 54.971 unit atau dengan pangsa 41 persen. Suzuki bermain dengan dua model, yakni Carry dan APV.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.