Tak Ada Keuntungan, Honda Australia Terancam Bangkrut

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Civic Type R Limited Edition yang akan dijual tahun depan. Sumber: carscoops.com

    Honda Civic Type R Limited Edition yang akan dijual tahun depan. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Holden, salah satu merek populer di bawah General Motors secara resmi mengumumkan akan mundur dari pasar Australia dan Selandia Baru pada akhir tahun ini. Hal ini terjadi setelah merek tersebut mengakhiri produksinya di Land Down Under, mengikuti arahan GM untuk menjauh dari pasar setir kanan dan mengoptimalkan bisnis globalnya.

    Honda kemungkinan mengambil langkah yang sama tahun ini, menurut laporan oleh CarAdvice Australia, meskipun perusahaan ini tidak mencapai langkah drastis yang sama dengan merek GM. Menurut laporan CarAdvice, penjualan mobil Honda Australia anjlok hingga 15 persen pada 2019.

    Kondisi ini diperparah dengan penjualan mobil negara itu juga melorot 7,8 persen pada bulan yang sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebagai catatan, kinerja penjualan 2019 Honda Australia adalah yang terlemah dalam tiga tahun terakhir.

    CarAdvice juga melaporkan bahwa perwakilan Honda Australia mengatakan kepada jaringan dealernya bahwa keuntungan merupakan perhatian utama perusahaan. "Kami masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab. Masalah utamanya adalah profitabilitas dan semakin buruk karena (dolar Australia) memburuk. Kami sedang mengerjakan opsi bagaimana mengatasi ini."

    Tampaknya, profitabilitas Honda Australia sudah masuk dalam agenda dewan global, yang berarti sudah menjadi sangat serius.

    Dalam laporan awal CarAdvice, ada kemungkinan bahwa Honda akan sepenuhnya menarik diri dari pasar Australia karena kurangnya profitabilitas. Laporan telah diperbarui yang menyatakan bahwa merek ini telah mengesampingkan meninggalkan pasar Australia. Namun, jaringan dealernya berisiko berkurang atau lebih buruk, distributor pihak ketiga dapat mengambil alih, yang dapat menyebabkan kenaikan harga.

    MOTOR1 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.