Alasan BMW Masih Yakin Capai Target di Tengah Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW The New 7 diluncurkan di Medan

    BMW The New 7 diluncurkan di Medan

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Group Indonesia mengklaim berhasil mencapai target penjualan sepanjang Januari - Februari 2020. Oleh karena itu, mereka masih percaya diri penjualan bisa terus tumbuh meski wabah virus corona terus membayangi perekonomian nasional.

    "Kita melihat dari penjualan Januari-Februari masih penuhi target. Jadi kami masih optimis penjualan terus tumbuh,"ujar Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, Jodie O'Tania, Jumat, 13 Maret 2020.

    Alasannya kata Jodie, karena BMW Indonesia sudah melakukan banyak langkah antisipasi. Yakni berupaya meyakinkan bahwa calon konsumen BMW tetap aman dari wabah corona.

    "Misalkan hari ini, semua kendaraan yang Tes Drive itu kita sudah sanitasi dengan baik. Jadi pelanggan tak perlu khawatir," ujarnya.

    Selain itu, BMW Indonesia juga terus menghadirkan penyegaran untuk sejumlah produknya. Tak hanya sekadar facelift, tetapi juga teknologi dan inovasi terdepan.

    Vice President Sales BMW Indonesia, Bayu Riyanto menambahkan bahwa secara umum pasar otomotif dalam tanda kutip memang berat. Namun BMW Indonesia kata dia, sudah menganalisa hal ini sebelum wabah corona semakin ramai di Indonesia.

    "Kita sudah antisipasi sebelumnya, hasilnya bagus ketika Januari dan Februari kita justru tumbuh dibandingkan tahun lalu. Per bulan Februari kemarin kita jual sekitar 200 unit,"ujarnya.

    Kontribusi terbesar datang dari Sport Activity Vehicle atau SAV (SUV). BMW Indonesia sendiri diketahui sudah melengkapi line up dari keluarga SAV-nya. Semua mobil X series sudah tersedia tahun ini, sehingga pilihan calon konsumen makin banyak.

    "Tahun ini kita sudah lengkap, New X1, X3, X4, X5, X6, dan X7,"ujar Jodie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.