Bajaj Dominar 250 Bisa Digeber Hingga 141 Km/Jam

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bajaj Dominar 250. Sumber: indianautosblog.com

    Bajaj Dominar 250. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, New DelhiBajaj Dominar 250 telah diluncurkan di India awal bulan ini dengan sejumlah fitur yang mengadopsi teknologi dari KTM. Pabrikan asal India ini memang memiliki kerjasama dengan produsen sepeda motor asal Austria KTM untuk menggarap produksi kendaraan di bawah 800cc. Tak hanya produksi, namun Bajaj juga melakukan alih teknologi pada kendaraannya.

    Dominar 250 cc yang baru memiliki mesin yang sama dengan KTM 250 Duke, Husqvarna Svartpilen 250 dan Husqvarna Vitpilen 250. Dominar 250 menggendong mesin satu silinder DOHC, berpendingin cairan. Mesin KTM ini mampu menghasilkan tenaga 27 PS pada 8.500 rpm dan torsi puncak 23,5 Nm pada 6.500 rpm dengan gearbox 6-speed.

    Topspeed Bajaj Dominar 250. Sumber: indianautosblog.com

    Dalam pengujian seorang Youtuber lokal, Dominar 250 yang berbobot 180 kg mampu mencapai kecepatan tertinggi 141 km/jam, seperti yang dapat dilihat dalam video. Kecepatan ini cukup mengesankan untuk sepeda motor seperempat liter silinder tunggal. Sebenarnya motor ini bisa mencapai kecepatan lebih tinggi namun membutuhkan jarak yang cukup panjang.

    Motor baru Bajaj ini menggendong sejumlah fitur kekinian lampu full LED, kluster digital, suspensi upside down dengan diameter 37 mm, pengereman dengan ABS dual channel, dan ukuran ban belakang 100/80-17" dan 130/70-17". Di India, Bajaj Auto telah membanderol Dominar 250 dengan sangat kompetitif pada INR 1,60 lakh sekitar Rp 34 jutaan.

    Bajaj Dominar 250 merupakan downgrade dari Dominar 400 yang lebih besar. Motor ini tersedia dalam dua pilihan warna - Vine Black dan Red.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.