Dua Warna Baru Suzuki Katana Membuatnya Lebih Mewah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Katana dengan warna Candy Red. Sumber: bennetts.co.uk

    Suzuki Katana dengan warna Candy Red. Sumber: bennetts.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatalan pameran sepeda motor Tokyo dan Osaka tahun ini telah mengubah rencana peluncuran motor baru dari produsen Jepang. Salah satunya Suzuki memilih meluncurkan motor baru secara virtual. Motor yang baru Suzuki bukan murni baru tapi dengan pewarnaan yang mencolok.

    Motor Suzuki yang mendapat balutan warna baru adalah Katana. Produsen asal Jepang ini memberikan motor tersebut tampilan baru yang menarik yang membuat Katana sedikit menggeser kesan tahun 1980-an dari pilihan perak dan hitam yang ditawarkan saat ini.

    Yang pertama adalah Candy Red, dengan velg yang serasi warna bodi dengan suspensi depan berwarna emas yang kontras. Tidak lebih dari percikan cat, sungguh luar biasa penambahan beberapa warna mengubah Katana yang sebelumnya monokrom.

    Suzuki Katana dengan warna Matt Black. Sumber: bennetts.co.uk

    Warna baru kedua adalah Matt Black yang memisahkan Katana gloss black ditambahkan suspensi emas dengan velg dengan warna emas. Logo Katana juga diambil dalam warna emas, sedangkan branding Suzuki di tangki berwarna hitam pekat di latar belakang matt. Lebih halus daripada opsi merah, motor ini masih jauh lebih menarik daripada penawaran serba hitam. Kombinasi hitam-emas dan bodywork sudut membawa serial TV 80-an Street Hawk serta kenangan mobil Lotus F1 yang disponsori JPS.

    Meskipun warna belum dikonfirmasi untuk produksi, Suzuki sedang melakukan penelitian secara daring soal popularitas Katana. Kemungkinan dalam waktu dekat akan dipamerkan semua diler Suzuki di Jepang.

    BENNETTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.