Alasan Toyota Tetap Garap Ekspor untuk Timur Tengah saat PSBB

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

    Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lini pembuatan komponen suku cadang dan ekspor dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali beroperasi setelah berhenti produksi selama 5 hari.

     

    Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan pembuatan suku cadang dan ekspor ke Timur Tengah sudah kembali berjalan.

    Sementara itu, kata Bob, aktivitas produksi kendaraan untuk pasar domestik dan ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara tetap dihentikan untuk sementara waktu karena sejumlah faktor.

    "Domestik berhenti karena stok cukup banyak dan ekspor untuk Asia tenggara juga setop karena umumnya masih lockdown. Kami hanya mengerjakan service parts untuk after sales part dan ekspor untuk Timur Tengah," kata Bob kepada Bisnis, Minggu 26 April 2020.

    Menurutnya, pengecualian di bagian produksi yang bekerja untuk memenuhi komponen onderdil dan ekspor dilakukan sesuai dengan perizinan yang diatur oleh Kementerian Perindustrian.

    Dia juga menilai bahwa suku cadang sangat dibutuhkan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, pasokan untuk pembuatan komponen suku cadang tidak dapat dihentikan begitu saja.

    "Service parts tidak boleh setop supply sebab nanti kendaraan berhenti karena tidak ada komponennya. Kalau kendaraan berhenti, logistik juga berhenti," ujarnya.

    TMMIN diketahui sempat menghentikan aktivitas ekspor dan produksi pabrik selama 5 hari, terhitung pada 13 hingga 17 April 2020. Penutupan pabrik bertujuan mengantisipasi penurunan permintaan dalam negeri dan ekspor, serta kondisi pasokan komponen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto