Kata Instruktur Soal Fenomena Helm KW dan Tips Cara Memilihnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil pengujian helm Arai SZ-Ram III KW hingga cangkang terlepas. Sumber: visordoen.com

    Hasil pengujian helm Arai SZ-Ram III KW hingga cangkang terlepas. Sumber: visordoen.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hati-hati memilih helm, jangan sampai tergiur harga miring tapi kualitas di bawah standar. Seperti diungkap, Valerio Staffelli dari BER Racing Europe, salah satu distributor Arai resmi terbesar Italia yang menemukan helm KW Arai SZ-Ram III.

    Staffelli melakukan serangkaian tes dengan mesin setara dengan pengujian yang dilakukan helm branded sebelum dilepas di pasaran. Helm itu diuji dengan hantaman dalam kecepatan 27,7 kilometer per jam pada permukaan datar.

    Walhasil, kerusakan yang ditimbulkan helm itu mengejutkan. Seluruh cangkang dari tutupnya terbuka dan bagian dalam polystyrene juga rusak parah. Pada bagian luar pun banyak pecah. Dari situ, Staffelli menyimpulkan, helm KW tidak memberikan perlindungan menyeluruh atau di bawah standar yang berakibat fatal bagi penggunanya.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana tak menampik fenomena tersebut. Dia membenarkan bahwa di Indonesia banyak beredar helm palsu, sekali pun sudah berlabel SNI.

    "Kita memang harus memilih helm standar SNI, tapi sekarang pun SNI sudah bisa dipalsukan,"ujar Sony sata dihubungi Tempo, Selasa, 12 Mei 2020.

    Jadi dalam pemilihan merek, kata Sony, baik itu merek luar mau pun dalam negeri sah-sah saja. Terlebih jika penggunaanya hanya perjalanan dalam kota.
    "Beli helm, bagusnya di toko yang memberikan jaminan. Untuk pemilihan fisiknya, bisa lihat dari kondisi material pelindung helm itu. Apakah batoknya campuran, karbon, atau fiber. Yang jelas, biasanya sih harga enggak bohong,"ujarnya.

    Adapun material di bagian dalamnya, menurut Sony, terdiri dari beberapa lapisan Styrofoam, busa, dan kain penyerap panas. Sebelum membeli, pastikan kondisi material itu masih utuh dan tidak rusak.

    Selain itu, Sony juga menegaskan bahwa pengguna sepeda motor perlu menyesuaikan bagaimana kualitas helm dengan kecepatan motor, kontur jalan, dan kondisi lalu lintas. Untuk helm half face kata dia, sebaiknya digunakan di dalam kota dengan tingkat kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam.

    "Di atas kecepatan itu (40 km per jam), sebaiknya gunakan yang full face,"ujarnya.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.