Perusahaan Rental Mobil Hertz Bangkrut Dihantam Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan rental mobil, Hertz. REUTERS

    Perusahaan rental mobil, Hertz. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaPerusahaan penyewaan mobil Hertz Global Holdings Inc sedang bersiap untuk mengajukan kebangkrutan setelah Jumat malam, 22 Mei 2020, gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor. Demikian Wall Street Journal melaporkan pada wsj.com, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Perusahaan, yang mengoperasikan rental mobil dengan merek Hertz, Dollar dan Thrifty, telah mengadakan pembicaraan dengan kreditor setelah kehilangan pembayaran sewa mobil yang signifikan pada bulan April.

    Hingga batas akhir pada Jumat malam, kesepakatan itu tak tercapai. Para kreditor telah meminta kompensasi di muka dari perusahaan dengan imbalan perpanjangan lebih lanjut, tetapi kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan, menurut laporan WSJ.

    Hertz tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Perusahaan penyewaan mobil berusia lebih dari satu abad, yang pemegang saham terbesarnya adalah miliarder Carl Icahn, limbung setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan perjalanan dan mengharuskan warga untuk tetap di rumah karena pandemi virus corona baru (Covid-19).

    Estero, Hertz yang berbasis di Florida, memiliki hutang lebih dari US$ 18 miliar (setara Rp 266,5 triliun) dan sekitar 38.000 karyawan di seluruh dunia pada akhir 2019.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.