Ineos Galau akan Bikin SUV Grenadier di Inggris atau Prancis

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Secara visual, Ineos Grenadier identik dengan Defender. Ineos memiliki desain utilitarian yang serupa dengan profil berbentuk kotak. Bagian depan, ada bumper hitam yang menonjol, lampu depan bundar besar, dan lampu sekunder dimasukkan ke dalam gril. topgear.com

    Secara visual, Ineos Grenadier identik dengan Defender. Ineos memiliki desain utilitarian yang serupa dengan profil berbentuk kotak. Bagian depan, ada bumper hitam yang menonjol, lampu depan bundar besar, dan lampu sekunder dimasukkan ke dalam gril. topgear.com

    TEMPO.CO, JakartaIneos Automotive tak kunjung menentukan lokasi pabrik pembuatan mobil pertamanya, SUV (sport utility vehicle) 4x4 Grenadier.

    Perusahaan multinasional yang berpusat di Inggris tersebut sedang mempertimbangkan akan memproduksi SUV Grenadier di Prancis atau Inggris.

    Ineos telah memperkenalkan tampilan eksterior SUV 4x4 Grenadier pada pekan lalu.

    Perusahaan yang dijalankan miliarder Jim Ratcliffe itu semula berencana memproduksi SUV Greandier di Inggris. Ineos memang memiliki lini produksi mobil di Wales, sedangkan bodi dan sasis dibuat di Portugal.

    Pandemi Covid-19 menyerang sehingga permintaan mobil menurun. Perusahaan harus menyiapkan strategi perampingan demi memotong biaya yang berlebihan.

    "Kami telah menangguhkan operasional di pabrik Wales dan Portugal seusai lockdown, sambil menunggu hasil tinjauan," kata Ineos dalam sebuah pernyataan.

    Perusahaan lantas mengevaluasi kemungkinan produksi di Prancis

    "Sebagai dampak pandemi Covid-19, beberapa opsi baru seperti ini telah dipertimbangkan," kata bos Ineos Automotive, Dirk Heilmann, seperti dilansir Reuters pada Selasa lalu, 7 Juli 2020.

    Menurut Heilmann, perusahaan meninjau rencana tersebut dalam beberapa pekan ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.