Honda - CATL Bermitra Kembangkan Baterai Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Logo (REUTERS/Toru Hanai)

    Honda Logo (REUTERS/Toru Hanai)

    TEMPO.CO, Beijing/Tokyo - Honda Motor Co Ltd dilaporkan akan membeli 1 persen saham produsen baterai kendaraan listrik Cina, Contemporary Amperex Technology (CATL). Dengan pembelian saham itu, keduanya akan bersama-sama mengembangkan baterai kendaraan listrik, kata perusahaan pada hari Jumat, 10 Juli 2020, seperti dikutip dari Reuters.

    Langkah ini dilakukan pada saat produsen mobil dan produsen baterai kendaraan listrik bergabung untuk mengejar masa depan kendaraan listrik. CATL, yang berbasis di Ningde, mengatakan tahun lalu akan mengembangkan baterai dengan Honda dan juga memasok baterai ke Tesla, Toyota, dan Volkswagen AG.

    Honda dan CATL mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mengembangkan teknologi baterai dan meneliti bisnis daur ulang baterai.

    Honda akan meluncurkan mobil listrik pertamanya dengan baterai CATL di Cina pada 2022. Honda-CATL juga akan memperluas kemitraan dengan pasokan baterai kendaraan listrik secara global di masa depan.

    Honda telah mencapai sejumlah kemitraan untuk membuat mobil listrik, termasuk membuat perusahaan patungan dengan produsen asal Cina, GAC. Dalam perusahaan patungan ini, Honda mulai menjual mobil listrik pertamanya di Cina tahun lalu melalui crossover Everus VE-1.

    Kerja sama ini juga terikat dengan anak perusahaan suku cadang mobil Hitachi Ltd untuk mengembangkan, memproduksi dan menjual motor yang akan digunakan dalam berbagai jenis penggerak mulai dari mesin bensin-hybrid, plug-in hybrid dan mobil listrik baterai.

    Untuk pasar Amerika Utara, Honda telah bermitra dengan General Motors Co untuk mengembangkan dua kendaraan listrik baru. Keduanya juga berupaya mengembangkan teknologi kendaraan berbahan bakar hidrogen.

    CATL sedang membangun pabrik baterai di Jerman dan mempertimbangkan untuk memperluas pabriknya ke Amerika Utara. Produsen ini memiliki kantor di Yokohama dekat Tokyo.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.