Mengenal Busi dengan Elektroda Model Tiarap, Ini Fungsinya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi busi dengan elektroda model tiarap. (NGK)

    Ilustrasi busi dengan elektroda model tiarap. (NGK)

    TEMPO.CO, JakartaBusi memiliki peran penting dalam sistem pengapian mesin. Karena itu, busi juga memiliki beragam fitur yang disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan masing-masing kendaraan. Jadi, anggapan bahwa semua busi itu sama ternyata tidak tepat.

    Contoh yang cukup menarik adalah, busi NGK Iridium IX BR9ECMIX & BR8ECM. Pada kedua busi tersebut, bagian elektroda ground-nya terlihat berbeda dari busi pada umumnya. Apabila biasanya elektroda ground berbentuk ‘J’, maka di busi ini tingkat sudut kemiringan elektroda ground-nya jauh lebih menunduk. Bahkan apabila diamati dari samping, elektroda pusatnya menjadi hampir tidak terlihat.

    Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Yaumil Ichsan, menjelaskan bahwa penggunaan desain ‘tiarap’ tersebut tidak lepas dari peruntukan kendaraan busi ini, yaitu mesin motor 2 tak dengan performa tinggi seperti motor balap atau motor trail.

    Menurut Ichsan, sifat mesin 2 tak cenderung lebih panas, hal tersebut diakibatkan oleh siklus pembakaran campuran oli samping, bensin, dan udara yang menyisakan deposit karbon di ruang bakar, sehingga temperatur busi menjadi lebih tinggi.

    “Oleh karena itu, diperlukan desain busi khusus seperti elektroda ground tiarap untuk mendinginkan busi agar tidak mudah meleleh,” kata Ichsan dalam keterangan resmi, Rabu, 22 Juli 2020.

    Ichsan menambahkan bahwa semakin pendek dimensi elektroda ground busi, maka akan semakin tinggi pula kemampuan busi tersebut pada saat memperoleh getaran dan guncangan yang cukup hebat saat kendaraan tersebut digunakan di kondisi ekstrim seperti sirkuit balap maupun motocross. “Sehingga risiko elektroda busi patah bisa diminimalisir,” ujarnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.