Ini yang Perlu Diperhatikan Agar Airbag Berfungsi Maksimal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi airbag. TEMPO/Wawan Priyanto

    Ilustrasi airbag. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaAirbag atau kantung udara merupakan perangkat keselamatan vital sebuah mobil. Namun, terkadang, keberadaan fitur tersebut kerap luput dari proses perawatan para pengguna.

    Pada dasarnya, sistem airbag mobil sudah dirancang untuk bebas perawatan, tetapi ada beberapa kondisi yang justru berpotensi membuat airbag bisa tidak bekerja dengan semestinya.

    Menyadari hal tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membagikan cara perawatan fitur airbag agar fungsinya tetap normal seperti pada umumnya.

    Perawatan perlu dilakukan karena seiring waktu akan terjadi penurunan kondisi mobil dan tidak jarang komponen keselamatan ini bermasalah.

    Pada beberapa mobil keluaran terbaru, fitur keselamatan yang satu ini telah dikembangkan dengan otomatis secara elektronik. Melalui terobosan baru ini, airbag akan didukung melalui energi listrik.

    Beberapa sinyal listrik ini akan terdapat pada komponen mobil yang biasanya menjadi tempat pengendara mengalami benturan. Fitur keselamatan ini bakal berfungsi ketika mobil bergerak dengan kecepatan melebihi 30 kilometer per jam.

    Pengguna juga perlu menghindari beberapa hal yang dapat mengurangi fungsi kerja alat pelindung diri ini seperti modifikasi dan penambahan aspek tertentu. Pengguna hanya perlu merawat apa yang ada secara periodik agar alat pelindung diri ini tetap berfungsi dengan baik.

    Pengendara juga perlu memastikan aki mobil masih mencukupi untuk berkendara sehingga alat pelindung diri dapat berfungsi dengan asupan listrik yang cukup.

    Selain itu, jangan utak-atik sistem kelistrikan. Biasanya, pengguna sering kali mencoba pergantian atau modifikasi sistem audio. Apabila dilakukan bukan oleh teknisi yang tepat, proses instalasi audio bisa mengganggu rangkaian kabel kantung udara, yang berakibat membuat airbag lumpuh. Jika tidak berfungsi bisa mengancam keselamatan berkendara

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.