Dealer Hyundai di Brasil Rekrut Anjing Liar Jadi "Konsultan Mobil"

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor anjing bernama Tucson yang dijadikan

    Seekor anjing bernama Tucson yang dijadikan "konsultan mobil" oleh Dealer Hyundai "Prime" di Brazil. Anjing berusia 1 tahun itu sebelumnya anjing liar yang diadopsi oleh manajer dealer. FOTO: Instagram/Foxnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dealer Hyundai "Prime" di Brazil mendapuk seekor anjing liar berwarna cokelat sebagai "konsultan mobil."

    Belakangan manajer dealer Emerson Mariano menamainya Tucson, seperti crossover Hyundai Tucson.

    Seperti dilansir Foxnews.com, Tucson mendapatkan perhatian dan cukup banyak follower di media sosial Instagram.

    Menurut Auto Blog mengutip surat kabar Brasil A Gazeta, Tucson pertama kali ditemukan oleh Emerson Mariano sekitar dua bulan lalu. Awalnya Mariano hanya memberi anjing berusia 1 tahun itu makanan dan air, tetapi Tucson terus kembali.

    Mariano pun mengadopsinya dan menamainya Tucson.

    Mantan anjing liar Tucson menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor dealer. Dia bisa duduk di dalam ruang rapat, di belakang kemudi, atau bermain dengan pelanggan dan karyawan.

    Dia bahkan memiliki lencana karyawan Prime. Tucson juga memiliki akun Instagram tucson_prime yang kadang menyebar foto Tucson mengenakan hearset di depan laptop, layaknya konsultan mobil.

    Tucson telah menjadi selebriti yang luar biasa. Followernya mencapai 139.000 pengikut pada Jumat malam lalu, 14 Agustus 2020.

    Dalam wawancara dengan Top Motors Brazil, Mariano mengatakan mengadopsi Tucson adalah cara untuk menjalankan kebijakan ramah hewan peliharaan di dealer.

    “Perusahaan selalu ramah terhadap hewan peliharaan. Memiliki hewan peliharaan sendiri pada saat begitu banyak hewan liar atau terlantar,” ucap Mariano menurut laporan The Mirror.

    FOXNEWS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.