Yamaha WR155 R Perlu Waktu Bersaing di Kelas Trail Entry Level

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha WR155 memiliki model trail akan menjadi pesaing Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150

    Yamaha WR155 memiliki model trail akan menjadi pesaing Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak diluncurkan akhir tahun 2019, Yamaha WR155 R diklaim mendapat respons positif dari pasar. Meski begitu, Yamaha Indonesia mengaku masih membutuhkan waktu untuk bersaing dengan kompetitor seperti Kawasaki KLX dan Honda CRF.

    "Kami baru enam bulan, masih butuh waktu lah untuk itu,"ujar Manager of Public Relations Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Antonius Widiantoro di sela-sela acara Test Drive WR155 R di Hambalang Hills, Senin, 17 Agustus 2020.

    Anton berujar bahwa sejak diluncurkan, jumlah peminat motor trabas ini terus meningkat setiap bulannya. Sayangnya, dia enggan menyebut angka detail maupun kisaran penjualan motor dengan harga Rp 36 jutaan tersebut.

    Namun Anton sempat menyebut bahwa pada hulan Maret 2020, YIMM mulai mengirim motor ke konsumen yang telah memesan secara online dari bulan Desember. Jumlahnya mencapai 1.000 unit.

    Sementara untuk konsumen fleet, Anton mengaku belum mengetahui banyak informasi tersebut.

    "Saya belum tahu, sudah ada atau belum, karena kemarin kita fokus kirim 1.000 unit untuk konsumen yang Inden online itu," katanya.

    Sebagai tambahan informasi, merujuk data Asosiasi Industri Sepeda-Motor Indonesia (AISI), statistik distribusi domestik sepeda motor per Juni 2020 mencapai 167.992 unit. Angka itu naik tujuh kali lipat dari Mei yang hanya membukukan 21.851 unit.

    Capaian pada Juni itu yang tertinggi di masa pandemi Covid-19. Dua bulan sebelumnya atau April dan Mei 2020, penjualan motor di Tanah Air babak belur akibat pandemi Covid-19. Ya, angkanya di bawah rata-rata pencapaian bulanan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.