Bisnis Terpuruk, McLaren Bertaruh pada Mobil Hybrid

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • McLaren P1 yang mempunyai mesih Hybrid ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 903bhp. Supercar dengan mesin V8 twin-turbocharged ini akan ikut meramaikan pameran otomotif di Genewa Motor Show 2013 pada bulan Maret nanti. motorilive.com

    McLaren P1 yang mempunyai mesih Hybrid ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 903bhp. Supercar dengan mesin V8 twin-turbocharged ini akan ikut meramaikan pameran otomotif di Genewa Motor Show 2013 pada bulan Maret nanti. motorilive.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covisd-19 menghajar produsen supercar asal Inggris McLaren. Untuk menyelamatkan bisnis yang kian terpuruk, McLaren mempertaruhkan masa depannya kepada mobil super hybrid.

    CNN melansir bahwa McLaren akan meluncurkan mobil hybrid pertamanya tahun depan. Berbeda dengan mobil McLaren umumnya, tipe hybrid ini akan dirancang lebih ringan, namun tetap berperforma tinggi.

    "Sistem baru ini akan membuat McLaren menghadirkan konsumen mobil listrik dengan performa tinggi yang sampai sekarang belum terwujud," kata CEO McLaren Mike Flewitt pada Selasa lalu, 25 Agustus 2020.

    Mobil hybrid yang akan diluncurkan ini sebenarnya bukan yang pertama. Sejak 2013, McLaren sudah punya lini mobil super hybrid seperti P1 dan Speedtail. Namun kali ini McLaren bersungguh-sungguh ingin membuat mobil yang jauh lebih ringan dan terjangkau.

    Para insinyur McLaren akan "memreteli" beban tambahan yang membebani mobil-mobil lama buatan pabrikan ini. Model baru rencananya mampu melaju sejauh 30 kilometer hanya dengan listrik.

    Selama ini tak banyak mobil super listrik dan hybrid. Ferrari dan Lamborghini menyatakan tahun lalu mobil super belum siap menggunakan listrik. Sebab mobil listrik membutuhkan baterai yang akan membebani mobil. Ini bisa berdampak pada handling dan performa.

    Selain itu, mobil listrik tak akan menghasilan suara seksi yang biasa dikeluarkan mobil super.

    McLaren berharap generasi mobil hybrid ini bakal menyelamatkan perusahaan dari keterpurukan. Sejak Maret 2020 mereka menghentikan produksi akibat pandemi. Tak lama, perusahaan mengumumkan akan mengurangi 1.200 pegawai sebagai bagian dari restrukturasi. Padahal McLaren berencana menjual 4.000 mobil selama 2020.

    Pada kuartal pertama 2020, mereka hanya mampu menjual 307 mobil alias turun 70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

    CNN.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.