Pemotongan Pajak Mobil Baru, Gaikindo: Tak Cukup PKB 0 Persen

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mobil baru terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 13 Maret 2018. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan niaga dapat meningkat dan menembus hingga 35 ribu unit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 27 ribu unit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Ratusan mobil baru terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 13 Maret 2018. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan niaga dapat meningkat dan menembus hingga 35 ribu unit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 27 ribu unit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaikindo atau Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menanggapi wacana pemerintah akan memotong pajak mobil baru menjadi 0 persen.

    Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, berpendapat untuk meningkatkan penjualan kendaraan bermotor termasuk mobil tidak cukup dengan penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

    "Biaya administrasi lainnya juga harus dipangkas," ucapnya kepada Antara.

    Dia menerangkan bahwa Gaikindo sudah memberikan masukan kepada Kementerian Perindustrian tentang permintaan potongan pajak ke pemerintah pusat seperti Pajak Penjualan Barang Mewah (PpnBM), pajak kepada pemerintah daerah yakni Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) dan PKB. 

    Menurut Jongkie, stimulus atau insentif untuk meningkatkan penjualan mobil harus tetap sasaran yakni bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat. Stimulus yang tepat sasaran adalah potongan pajak-pajak tadi, seperti PPN, PpnBM, BBN KB dan PKB.

    Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru menjadi 0 persen alias memangkas PKB. Tujuannya, menstimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah pandemi Covid-19.

    "Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru nol persen sampai Desember 2020," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada awal pekan ini.

    Menteri Agus menjelaskan pemangkasan PKB menjadi 0 persen itu diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat sehingga memulihkan penjualan produk otomotif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.