Krisis Covid-19, Carro Klaim Permintaan Mobil Bekas Meningkat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang konsumen mengakses situs jual beli online Jualo.com. Situs ini diakusisi marketplace otomotif asal Singapura, Carro, 1 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Seorang konsumen mengakses situs jual beli online Jualo.com. Situs ini diakusisi marketplace otomotif asal Singapura, Carro, 1 Agustus 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak penerapan PSBB di Jabodetabek dalam beberapa bulan terakhir, Carro mengklaim, terjadi lonjakan permintaan hingga 600 persen untuk mobil bekas bersertifikat. Kondisi itu dinilai sebagai imbas terhadap kekhawatiran orang menggunakan moda transportasi umum di masa pandemi covid-19.

    "Masih banyak orang membutuhkan mobil pribadi karena merasa lebih aman dibandingkan angkutan umum,"ujar Co-founder Carro Indonesia, Aditya Lesmana pada Senin, 21 September 2020.

    Selain itu, Aditya juga menyebut bahwa peluncuran Carro Automall di Harapan Indah, Bekasi, pada bulan Juli, membuat lini bisnis pembelian mobil bekas secara contactless tumbuh pesat hingga 100 persen dari bulan ke bulan. Tercatat per September, setidaknya 3 dari 10 unit mobil terjual secara contactless.

    "Ini menunjukkan bahwa pandemi saat ini berdampak pada peningkatan permintaan pelanggan untuk dapat membeli mobil secara digital," kata dia.

    Pembelian mobil bekas di Carro ditunjang dengan fasilitas layaknya membeli mobil baru, seperti layanan purna jual dan gratis asuransi selama 1 tahun.
    Fasilitas ini dapat diperoleh melalui skema eksklusif Carro Advantage, yang juga menawarkan kebijakan 7 hari pengembalian dana serta 1 tahun buy-back garansi.

    Selain itu, Carro juga telah bekerjasama dengan berbagai mitra multi-financing untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam memilih opsi pembayaran. Ya, konsumen dapat membayar sevara online melalui lebih dari 50 opsi pembiayaan.

    "Carro sebagai platform jual beli mobil bekas bersertifikasi, dapat menjadi solusi dari tren baru yang sedang berkembang ini," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.