Kawasaki D-Tracker 150 Special Edition 2021 Punya Warna Baru

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki D-Tracker 150 Special Edition 2021 tampil dengan warna baru. (Kawasaki Indonesia)

    Kawasaki D-Tracker 150 Special Edition 2021 tampil dengan warna baru. (Kawasaki Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengumumkan bahwa Kawasaki D-Tracker 150 Special Edition Model Year 2021 akan segera hadir di dealer-dealer resmi Kawasaki.

    KMI menghadirkan Kawasaki D-Tracker 150 Special Edition ini dengan warna dan grafik baru. Warna-warna yang hadir di antaranya kuning, hijau, abu-abu, dan putih. “Kami menghadirkan variasi baru untuk penyegaran dan memberikan pilihan variasi warna kepada pecinta supermoto di Indonesia," kata Michael C. Tanadhi, selaku Head Sales & Promotion KMI dalam keterangan resmi, 1 Oktober 2020. 

    Michael menjelaskan bahwa warna kuningnya terlihat fresh, membuat pengendara semakin stand out di jalan. Tipe yang berwarna hijau semakin menonjolkan warna khas Kawasaki, membuat penyuka supermoto Kawasaki dapat semakin menunjukkan identitasnya di tengah komunitas, sebagai pemilik motor “the real supermoto in Indonesia”.

    Warna abu-abunya membuat motor ini terlihat berbeda dari tipe-tipe sebelumnya. D-Tracker berwarna putih memberikan kesan yang akan selalu up to date. Start delivery untuk D-Tracker Model Year 2021 ini dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan Oktober 2020.

    ADVERTISEMENT

    Selain hadir dengan warna dan grafis baru yang lebih menarik, D-Tracker juga dilengkapi dengan hand guard, suspensi berwarna gold, dan engine guard, yang membuat Pengendara semakin merasa nyaman saat melintasi rintangan, sesuai situasi jalan. Hadirnya warna dan grafis baru kali ini merupakan upaya KMI untuk memuaskan Hasrat penyuka supermoto di Indonesia.

    Sementara itu tidak ada perubahan harga dan spesifikasi dari model sebelumnya. Motor ini masih dibanderol dengan harga Rp 35,5 juta (OTR Jakarta).



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.