Pandemi Corona, Produksi dan Penjualan Mobil di ASEAN Masih Lesu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perakitan bodi mobil di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing, Karawang, Jawa Barat, 8 Desember 2016.

    Perakitan bodi mobil di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing, Karawang, Jawa Barat, 8 Desember 2016.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona baru (Covid-19) di kawasan ASEAN masih berdampak berat terhadap industri otomotif. Berdasarkan data Federasi Otomotif ASEAN, produksi dan penjualan mobil di kawasan Asean turun sebanyak 41 persen pada periode Januari—Agustus tahun ini.

    Berdasarkan data ASEAN Automotive Federation yang dipublikasikan di situsnya disebutkan bahwa produksi kendaraan bermotor di kawasan itu hanya mencapai 1.641.099 unit dalam 7 bulan pertama tahun ini atau turun cukup tajam 41,4 persen dari 2.801.048 unit pada periode yang sama tahun lalu.

    Penurunan terbesar terjadi di Indonesia dan Thailand diikuti oleh Filipina dan Malaysia. Indonesia, pasar terbesar ASEAN, menurunkan produksinya sebesar 48,6 persen menjadi hanya 427.607 unit, hampir setengah dari penjualan periode Januari—Agustus tahun lalu sebanyak 831.662 unit.

    Thailand, yang dikenal dengan Detroit di Asean, juga mencatat penurunan produksi yang mengkhawatirkan sebesar 42,5 persen menjadi 812.721 unit dari 1.403.153 unit pada periode Januari—Agustus 2019.

    Sementara itu, Filipina juga membukukan penurunan produksi yang cukup besar sebesar 32,9 persen menjadi 39.171 unit dari 58.386 unit tahun lalu.

    Produksi mobil di Malaysia juga melambat 30,7 persen menjadi 263.876 unit dari tahun lalu 380.552 unit. Vietnam juga membukukan pertumbuhan negatif 24,3 persen menjadi 88.651 unit dari 117.159 unit pada periode Januari—Agustus tahun lalu.

    Produksi sepeda motor dan skuter juga turun 37 persen menjadi 1.535.508 unit dari 2.436.745 unit pada 7 tujuh bulan pertama 2019.

    Di antara negara yang dilaporkan, seperti dikutip dari https://mb.com.ph/, Rabu, 28 Oktober 2020, Filipina mengalami penurunan terbesar 59,1 persen menjadi 323.138 unit dari 789.827 unit pada periode Januari—Agustus tahun lalu.

    Thailand juga menurunkan produksinya sebesar 27 persen menjadi 939.370 unit dari 1.287.957 unit tahun lalu.

    Malaysia hanya memproduksi 273.000 unit atau 23,9 persen lebih rendah dari 358.961 unit tahun lalu.

    Dari sisi penjualan, kawasan tersebut hanya menjual 1.396.927 unit atau turun 38,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Penjualan Indonesia turun 51,1 persen menjadi 323.507 unit dari 661.919 unit tahun lalu, sedangkan Filipina turun 47,6 persen menjadi 123.489 unit dari 235.544 unit pada periode penjualan Januari—Agustus 2019.

    Penjualan Thailand turun 33,4 persen menjadi 456.858 unit dari 685.652 unit. Malaysia juga hanya menjual 285.045 unit atau lebih rendah 28,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Vietnam juga turun 25 persen.

    Myanmar dan Brunei adalah pengecualian dengan positif masing-masing 12,5 persen dan 9,3 persen.

    Begitu pula dengan penjualan sepeda motor dan skuter turun 25,8 persen menjadi 1.979.761 unit dari 2.669.191 unit pada 2019.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.