Honda Stop Sementara Produksi Mobil di Inggris Gara-gara Brexit

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak depan Honda Civic Type R 2021 Limited Edition masih paling

    Tampak depan Honda Civic Type R 2021 Limited Edition masih paling "hot" yang dibanderol paling murah 38.450 dolar AS atau sekitar Rp 570,3 juta. FOTO: cnet.com

    TEMPO.CO, JakartaHonda Motor Co Ltd menyatakan telah menghentikan sementara produksi di Inggris karena masalah transportasi yang menyebabkan kekurangan pasokan suku cadang.

    "Situasi saat ini sedang dipantau dengan maksud untuk memulai kembali produksi secepat mungkin," kata Honda dalam pernyataannya pada Rabu, 9 Desember 2020.

    Juru bicara Honda menolak menjawab apakah masalah itu berkaitan dengan Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa).

    Produsen mobil Jepang itu memproduksi mobil Civic di pabrik Swindon, Inggris selatan. Pabrik itu merakit di bawah 110.000 mobil tahun lalu dan akan ditutup permanen tahun depan.

    Sementara itu, pembicaraan antara Inggris dan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas pada akhir 2020 sejauh ini tidak berhasil. Di sisi lain perusahaan telah memperingatkan risiko gangguan parah jika tidak ada kesepakatan.

    Transportasi antara Inggris dan daratan Eropa kemungkinan akan menghadapi gangguan meski ada kesepakatan sebelum pengaturan transisi berakhir pada akhir tahun ini.

    Pembuat mobil di Inggris telah meningkatkan pasokan suku cadang untuk menjaga produksi jika terjadi kemacetan pasokan di pelabuhan. Mereka juga mengamankan rute pasokan tambahan sebelum akhir Desember 2020.

    Bentley, produsen mobil mewah milik Volkswagen, telah memesan lima jet kargo Antonov untuk membantu mengatasi masalah pasokan jika terjadi masalah akibat Brexit.


    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.