10 Tahun Lagi Harga Sepeda Motor Listrik dan Bensin Seimbang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harley-Davidson Livewire dihargai lebih mahal dari mobil SUV. Sumber: MCN

    Harley-Davidson Livewire dihargai lebih mahal dari mobil SUV. Sumber: MCN

    TEMPO.CO, JakartaSepeda motor listrik masih relatif mahal saat ini. Namun, analis ekuitas senior di CFRA Research Garrett Nelson menerangkan bahwa harganya secara perlahan akan lebih terjangkau. 

    Nelson memprediksi, dalam 10 tahun ke depan, harga sepeda motor listrik bisa mencapai keseimbangan dengan yang berbahan bakar fosil. “Akan terbuka lebar," ujar dia, seperti dikutip CNBC, 30 Nivember 2020.

    Dia mencatat bahwa ada beberapa merek seperti Honda, Yamaha, dan Harley-Davidson yang akan bersama-sama menguasai sekitar dua pertiga pasar sepeda motor listrik global, dan masing-masing mengembangkan sepeda motor listrik. 

    Begitu pula dengan pemain besar lainnya yang sudah mapan, seperti Hero Motors dan Bajaj Auto, perusahaan multinasional India, dan beberapa perusahaan rintisan khusus listrik yang lebih kecil, termasuk Zero Motorcycles dan Energetica.

    ADVERTISEMENT

    Nelson mencatat bahwa sebagian besar pertumbuhan saat ini berada di segmen kecil hingga menengah di pasar sepeda motor listrik dan skuter. “Ini populer di Cina dan Asia Tenggara, di mana kendaraan roda dua lebih umum digunakan sebagai moda transportasi, dan polusi serta pengurangan kebisingan menarik secara sosial dan lingkungan,” kata Nelson.

    Vincent Yu, seorang analis Needham & Co membeberkan beberapa harga sepeda motor listrik dari berbagai merek, NIU dari Cina menjual sekitar US$ 3.100 (Rp 33 juta), sementara Honda yang sebanding lebih dari US$ 5.000 (Rp 53 juta), Vespa lebih dari US$ 7.000 (Rp 74 juta), dan BMW mulai dari US$ 10.000-15.000 (Rp 105 juta-Rp 158 juta). Sedangkan, Harley-Davidson yang meluncurkan sepeda motor listik LiveWire yang dijual seharga US$ 29.799 (Rp 420,5 juta).

    Road test editor Motorcycle Troy Siahaan menerangkan, balapan dengan menggunakan sepeda motor listik rakitan yang dibuat khusus, memberinya wawasan tentang persamaan dan perbedaan antara kendaraan roda dua berbahan bakar bensin dan listik. Menurutnya, pengalaman mengendarai sepeda motor listrik mirip dengan sepeda motor bertenaga bensin.

    “Di mana Anda cukup memutar tuas gas-nya, lalu pergi. Tetapi Anda tidak mendapatkan suara, getaran, atau panas mesin di sepeda motor listrik. Pada umumnya, mereka juga tidak memerlukan perpindahan gigi, jadi lebih mudah bagi pengendara baru daripada yang berbahan bensin,” tutur dia.

    Siahaan juga menyukai output torsi—ukuran percepatan—sepeda motor listrik, karena semuanya tersedia sejak awal.

    CNBC | CFRA RESEARCH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...